Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Tertekan, Pasar Menanti Katalis Domestik dan Global untuk Bangkit

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Tertekan, Pasar Menanti Katalis Domestik dan Global untuk Bangkit Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi-Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah minimnya katalis positif yang mampu mendorong penguatan pasar.

Pelaku pasar kini menanti kombinasi sentimen domestik, seperti data ekonomi, kinerja emiten, dan kebijakan pemerintah, serta perkembangan global, termasuk arah suku bunga bank sentral, pergerakan harga komoditas, dan dinamika geopolitik.

Selama ketidakpastian tersebut masih mendominasi, pergerakan IHSG diperkirakan tetap fluktuatif dengan investor cenderung menahan aksi beli sambil menunggu kepastian arah pasar.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/6) sore ditutup melemah 177,60 poin atau 3,05 persen ke posisi 5.643,19 seiring pelaku pasar menantikan sentimen positif dari tingkat domestik dan global.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 19,90 poin atau 3,47 persen ke posisi 553,11.

"Eksternal dan internal turut menopang pergerakan IHSG," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Nico mengatakan pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, yang tampaknya menantikan rilis data-data ekonomi dan masih terbebani sentimen tinjauan MSCI.

Selain itu, lanjutnya, pasar juga terguncang oleh undang-undang baru yang memberikan kekebalan hukum menyeluruh bagi pembeli obligasi yang diterbitkan oleh Danantara, yang menimbulkan kekhawatiran tentang tata kelola dan transparansi.

"Sentimen tersebut telah memberikan dampak negatif yang mendorong outflow arus dana investor asing," ujar Nico.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan dimulainya kembali pembicaraan perdamaian Amerika Serikat (AS) dengan Iran di Doha, Qatar.

Di sisi lain, perhatian pelaku pasar fokus terhadap konsistensi kedua belah pihak dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

"Sinyal yang beragam dari kedua belah pihak terus mengaburkan prospek, Teheran menegaskan bahwa mereka bermaksud untuk terus mengawasi lalu lintas melalui Selat Hormuz," ujar Liza.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Teheran akan dilanjutkan setelah kedua pihak sepakat untuk menghentikan serangkaian serangan bolak-balik di Selat Hormuz.

Dari China, indeks manufaktur naik menjadi 50,3 dari sebelumnya 50,0, didukung oleh permintaan yang tangguh untuk ekspor teknologi tinggi yang membantu mengimbangi gangguan perdagangan yang berasal dari ketegangan di Timur Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.