Minyak Dunia Melemah, IHSG Hari Ini Kehilangan Momentum
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan IHSG menunjukkan bahwa penguatan rupiah belum cukup menjadi katalis positif bagi pasar saham.
Investor masih cenderung berhati-hati akibat tekanan eksternal dan ketidakpastian global, sehingga sentimen terhadap aset berisiko tetap terbatas meski stabilitas nilai tukar membaik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (30/9), ditutup melemah 0,83 persen atau 50,64 poin ke level 6.071,14 dari posisi sebelumnya 6.121,78.
IHSG mengalami pelemahan meski nilai tukar rupiah menguat dan harga minyak dunia mengalami koreksi.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam analisanya di Jakarta mengatakan pelemahan IHSG terjadi di tengah penguatan rupiah sebesar 0,33 persen ke level Rp17.884 per dolar AS seiring dengan penurunan indeks dolar AS.
Di sisi lain, harga minyak Brent melanjutkan koreksi ke bawah level 96 dolar AS per barel, didukung indikasi membaiknya aliran minyak mentah dari Timur Tengah serta langkah Amerika Serikat (AS) melepas cadangan darurat yang meredakan kekhawatiran pasokan.
"Rata-rata ekspor minyak mentah selama 10 hari terakhir dari Timur Tengah telah pulih di level 17,5 juta barel per hari atau setara dengan 98 persen dari tingkat sebelum perang," ujar Ratna.
Menurut dia, secara teknikal histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di area negatif, sedangkan Stochastic Relative Strength Index (RSI) masih berada di area oversold.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih bergerak konsolidatif pada kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan besok Kamis (1/10).
Adapun berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, hanya dua dari 11 sektor yang menguat pada perdagangan Rabu.
Sektor industri memimpin penguatan dengan naik 1,17 persen, diikuti sektor barang konsumen primer yang menguat 0,15 persen. Sementara itu, sembilan sektor lainnya ditutup melemah.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,8 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 30,12 miliar lembar saham senilai Rp14,03 triliun.
Sebanyak 308 saham naik, 360 saham menurun, dan 125 saham stagnan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!