Menanamkan Etika Bermedia Sosial kepada Pelajar
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim PenulisKabupaten Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menanamkan etika bermedia sosial kepada pelajar agar mampu menghasilkan konten digital yang bermanfaat dan bertanggung jawab.
Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor Bambang Widodo Tawekal di Cisarua, Rabu, mengatakan perkembangan teknologi digital memberikan ruang luas bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga pembuat konten.
"Menjadi seorang content creator bukan hanya tentang bagaimana membuat video yang menarik atau mendapatkan banyak penonton. Lebih dari itu, content creator harus mampu membuat konten yang bermanfaat, kreatif, informatif, beretika, dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam Bimbingan Teknis Content Creator yang digelar pada 23-24 September 2026 di Cisarua dengan melibatkan 50 peserta dari kalangan siswa dan guru.
Menurut dia, perangkat digital yang dimiliki pelajar perlu dimanfaatkan tidak hanya untuk bermain atau mengakses media sosial, melainkan juga sebagai sarana belajar, berkarya, serta menghasilkan sesuatu yang positif.
Ia mengajak para pelajar mengangkat berbagai potensi Kabupaten Bogor menjadi konten positif, mulai dari prestasi sekolah, budaya, lingkungan, pendidikan, pariwisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga kegiatan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum suatu konten dibuat maupun disebarluaskan melalui media sosial.
"Sebelum membuat dan membagikan sebuah konten, biasakan bertanya kepada diri sendiri: apakah konten ini benar, apakah konten ini bermanfaat, dan apakah konten ini tidak merugikan orang lain," ujarnya.
Pemkab Bogor terus meningkatkan literasi dan kecakapan digital masyarakat untuk membangun ekosistem digital yang tidak hanya maju dari sisi teknologi, tetapi juga didukung masyarakat yang cerdas, kreatif, aman, santun, dan bertanggung jawab.
Ia berharap, dari Kabupaten Bogor muncul kreator konten muda yang kreatif dan inspiratif, sekaligus guru yang mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran dan penyebarluasan informasi positif.
Kepala Balai Pelatihan SDM Komdigi Jakarta Dea Rahman mengatakan kemampuan membuat konten digital saat ini dapat dikembangkan oleh siapa saja sehingga edukasi mengenai pemanfaatan media sosial perlu diperluas.
"Content creator itu tidak hanya untuk satu golongan atau kategori peserta saja, tetapi sekarang semua orang bisa menjadi content creator," katanya.
Ia mengingatkan pelajar agar tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas meski aktif menggunakan media sosial maupun mengembangkan kemampuan sebagai kreator konten.
"Jangan sampai waktu kita habis hanya untuk menggunakan media sosial. Jangan lupa masih ada tugas utama, yaitu belajar. Menjadi content creator tentu boleh, tetapi tetap utamakan belajar dengan baik," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!