Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peternak Ayam Petelur Menjerit, Harga Telur Merosot di Tengah Kenaikan Harga Pakan.

📅 Senin, 29 Jun 2026, 19:58 WIB | Oleh:
Peternak Ayam Petelur Menjerit, Harga Telur Merosot di Tengah Kenaikan Harga Pakan. Doc: Antara Foto
Ket. Wabup Kotim Irawati bersama TPID Kotim melakukan sidak terhadap sejumlah distributor dan agen telur di Kota Sampit, Senin (29/6).

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, bergerak cepat merespons turunnya harga telur ayam ras dengan meninjau langsung distributor dan agen, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan melindungi peternak lokal dari kerugian berkepanjangan.

“Memang penurunan ini hampir terjadi di seluruh Indonesia, tetapi kita tetap harus mengacu pada harga acuan penjualan yang ditetapkan pemerintah,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Senin.

Irawati menjelaskan, kegiatan ini sebagai respons terhadap aspirasi Aliansi Peternak Ayam Petelur Lokal Kotim yang mengeluhkan terus merosotnya harga jual telur di tingkat peternak, sekaligus memastikan rantai pasok pangan tetap aman sehingga tidak memicu gejolak inflasi maupun mengganggu pasokan telur di daerah.

Disebutkan pula, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) telur ayam ras di Pulau Jawa sebesar Rp26.500 hingga Rp30.000 per kilogram. 

Meski begitu, penerapan harga di Kalimantan harus disesuaikan kondisi ekonomi daerah melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelum ditetapkan di tingkat kabupaten.

Hasil peninjauan menunjukkan harga jual distributor kepada agen saat ini jauh di bawah acuan tersebut. Kondisi itu membuat peternak lokal ikut terpaksa menurunkan harga, agar produknya tetap terserap pasar, padahal biaya produksi terutama pakan ayam masih tergolong tinggi.

“Kalau distributor menjual terlalu murah kepada agen, otomatis peternak kita juga ikut menjual murah. Padahal harga pakan saat ini mahal. Yang ingin kami lakukan bukan menyalahkan siapapun, tetapi pemerintah harus hadir melindungi peternak lokal agar mereka tidak gulung tikar,” tegasnya.

Irawati menambahkan, usai peninjauan lapangan, pihaknya berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan melibatkan DPRD, distributor, agen dan perwakilan Aliansi Peternak Ayam Petelur Lokal. Forum tersebut membahas sekaligus menyepakati harga acuan yang diterapkan di Kotim.

Sementara itu, Supervisor Agen SJS Telur Habib mengatakan harga jual telur ke agen saat ini berada di angka Rp26.500 per kilogram. Penjualan dilakukan dalam satuan ikat berisi enam sap atau sekitar 10 hingga 11 kilogram dengan harga Rp245.000 per ikat.

Menurutnya, harga tersebut merupakan kondisi terendah dalam beberapa waktu terakhir karena sebelumnya harga telur masih berada di atas Rp300.000 per ikat.

“Harga Rp245.000 per ikat ini memang sedang turun. Biasanya di atas Rp300.000. Penurunannya sudah sekitar satu minggu,” sebutnya.

Habib mengungkapkan seluruh pasokan telur yang dipasarkan usahanya berasal dari Pulau Jawa dengan kebutuhan sekitar 2.000 ikat setiap bulan untuk memenuhi permintaan di Kotim.

Ia menilai apabila harga harus disesuaikan dengan standar yang lebih tinggi, kemungkinan akan mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama pada periode penjualan yang sedang lesu.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Kotim Arif Rahman Hakim mengungkapkan, penurunan harga telur telah berlangsung selama sekitar dua hingga tiga bulan terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Gempa Venezuela: Peru Putus...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.