Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga LNG Turun, Angin Segar buat Industri Keramik: ASAKI Minta Porsi HGBT 80 Persen

📅 Senin, 29 Jun 2026, 19:38 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga LNG Turun, Angin Segar buat Industri Keramik: ASAKI Minta Porsi HGBT 80 Persen Doc: istimewa
Ket. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menilai langkah cepat pemerintah dalam menurunkan harga LNG (Liquefied Natural Gas/Gas Alam Cair) industri dan meningkatkan alokasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) memberi angin segar bagi industri keramik nasional

JAKARTA- Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah dalam menurunkan harga LNG (Liquefied Natural Gas/Gas Alam Cair) industri dan meningkatkan alokasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi industri keramik nasional yang sebelumnya menghadapi tekanan biaya energi tinggi.

ASAKI menilai keputusan pemerintah menurunkan harga regasifikasi LNG menjadi US$13 per MMBtu (Metric Million British Thermal Unit) serta meningkatkan alokasi HGBT menjadi 50% dapat menghidupkan kembali optimisme pelaku industri untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat daya saing sektor manufaktur nasional.

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto mengatakan, kebijakan tersebut memberi kepastian bagi dunia usaha di tengah tantangan industri yang cukup berat dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah atas perhatian dan langkah cepat yang telah diambil. Kebijakan ini memberikan kepastian bagi dunia usaha, menjaga daya saing industri nasional, serta melindungi keberlangsungan lapangan kerja," kata Edy di Jakarta, Senin (29/6)

Menurut ASAKI, kebijakan ini mampu mengurangi tekanan biaya energi yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar industri keramik nasional. Sebelumnya, biaya energi gas tercatat mencapai sekitar 50% dari total biaya produksi keramik.

Dengan penyesuaian kebijakan tersebut, rata-rata biaya gas industri keramik diperkirakan turun menjadi sekitar US$9,5-10 per MMBtu, atau setara sekitar 38%-40% dari total biaya produksi.

Penurunan biaya ini dinilai penting karena dapat membantu industri menjaga keberlanjutan operasional sekaligus menekan risiko pengurangan tenaga kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

ASAKI juga berharap ke depan pemerintah dapat meningkatkan kembali porsi alokasi HGBT menjadi sekitar 70%-80%, seperti yang pernah diterapkan sebelumnya. Langkah itu dianggap penting untuk memperkuat resiliensi industri nasional di tengah ketatnya persaingan regional dan derasnya arus produk impor, terutama dari China dan India.

Selain berpotensi menyelamatkan industri dari ancaman PHK, ASAKI menilai kebijakan ini juga akan memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian.

Dengan membaiknya kepastian pasokan gas dan iklim usaha, industri keramik nasional optimistis dapat melanjutkan rencana ekspansi pada periode 2025-2029. Rencana tersebut mencakup tambahan kapasitas produksi sekitar 80 juta meter persegi, nilai investasi mencapai Rp12 triliun, serta potensi penyerapan sekitar 6.000 tenaga kerja baru.

Pelaku industri berharap kebijakan energi yang lebih kompetitif dapat menjadi momentum untuk mempercepat pemulihan dan memperkuat posisi industri keramik Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.