Kekerasan Bukan Bukti Cinta, Perempuan Menanggung Luka Fisik dan Psikis.
📅 Senin, 29 Jun 2026, 11:01 WIB | Oleh: Yebdi TrismarBagi korban, keadilan bukan hanya soal pelaku dihukum. Hal yang sama pentingnya adalah bagaimana korban dapat kembali sehat, merasa aman, dan memperoleh kesempatan untuk membangun kembali kehidupannya.
Kasus ini juga mengingatkan bahwa cinta tidak pernah dapat dijadikan pembenaran atas kekerasan. Hubungan yang sehat dibangun di atas rasa saling menghormati, bukan rasa memiliki yang berlebihan.
Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan penyiksaan, penghinaan, penyekapan, ataupun penganiayaan terhadap pasangan.
Ketika hubungan berubah menjadi ruang yang dipenuhi ketakutan, ancaman, dan penderitaan, maka yang dibutuhkan bukan lagi kompromi, melainkan perlindungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maka, membangun Indonesia yang aman bagi perempuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu. Itu adalah tanggung jawab bersama.
Hukum harus ditegakkan secara adil, lembaga perlindungan harus bekerja lebih responsif, lingkungan harus lebih peduli, keluarga harus lebih hadir, dan masyarakat harus berani mengatakan bahwa kekerasan bukanlah urusan privat yang boleh diabaikan.
Setiap orang berhak hidup tanpa rasa takut, dan setiap perempuan berhak menjalani kehidupannya dengan aman, bermartabat, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan.
Tragedi yang menimpa YTR hendaknya menjadi pengingat bahwa kepedulian adalah benteng pertama perlindungan, sedangkan keberanian untuk bertindak adalah langkah nyata agar kekejaman serupa tidak pernah lagi terulang.
*) Hj Siti Jamaliah Lubis, SH, MH adalah Ketua Umum Kongres Advokat Indonesia (KAI)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!