Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Bekasi Usut Dugaan Pencemaran Laut di Tarumajaya, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun.

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 11:36 WIB | Oleh:

Ia mengaku pada Februari hingga Maret lalu, laut masih memberikan hasil melimpah. Dalam sehari, para nelayan bisa membawa pulang sedikitnya 30 ember kerang. Di musim terbaik, hasil tangkapan bahkan mencapai 40 hingga 50 ember.

Kini untuk mendapatkan enam ember kerang saja sudah menjadi pekerjaan sulit. Satu ember hanya berisi sekitar lima hingga enam kilogram kerang yang belum dibersihkan. Pertumbuhan kerang pun tidak lagi secepat biasanya.

"Sekarang paling dapat enam ember. Sudah maksimal banget 12 ember. Padahal kerang satu ember cuma Rp20 ribu sampai Rp22 ribu," katanya.

Dari sekitar 60 nelayan pemburu kerang di perairan Tarumajaya, kini hanya belasan yang masih bertahan. Bukan karena hasil laut masih menjanjikan, melainkan karena mereka tidak memiliki pilihan lain. Kebutuhan rumah tangga harus tetap dipenuhi, sementara biaya pendidikan anak tidak bisa ditunda.

"Demi bertahan hidup, teman-teman saya terpaksa beralih profesi menjadi buruh kasar bahkan pemulung. Ada yang jadi kuli panggul. Saya sempat dua minggu menganggur, mencari kerja serabutan," ucapnya.

Nelayan lain Sarman (52) menyebut kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak maupun sejumlah bahan pangan utama bukan menjadi persoalan utama nelayan sebab yang paling mengkhawatirkan adalah kehilangan sumber daya laut yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Dirinya juga menyatakan meski meyakini pencemaran berasal dari aktivitas industri, para nelayan enggan menunjuk perusahaan tertentu. Kawasan pesisir Tarumajaya dikelilingi banyak pabrik sehingga sumber pencemar sulit dipastikan tanpa penyelidikan menyeluruh.

Sarman bersama nelayan lain berharap pemerintah turun tangan secara serius merespons kondisi pencemaran di perairan mereka. Perusahaan yang beroperasi di sekitar pesisir juga diminta untuk tidak membuang limbah industri ke laut.

"Mohon Pemerintah Kabupaten Bekasi, Pak Gubernur Jawa Barat, tengoklah nasib kami. Pak Presiden juga katanya memperhatikan nasib petani serta nelayan karena dianggap tulang punggung ekonomi," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.