Upaya DKI Mengedukasi Warga untuk Menjaga Lingkungan Lewat Ciliwung River Adventure
📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Di balik kemegahan Jakarta sebagai kota global, banjir masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.
Dari tahun ke tahun, genangan masih menghantui berbagai kawasan, terutama wilayah pesisir dan permukiman di sepanjang bantaran sungai besar seperti Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan.
Persoalan ini tak lepas dari perilaku sebagian masyarakat. Masih banyak warga yang tinggal di bantaran sungai, sementara sebagian lainnya masih membuang sampah ke aliran sungai.
Kondisi tersebut sudah lama disaksikan Rama (40), relawan Khatulistiwa Rescue Tim. Bahkan, ia menjuluki Sungai Ciliwung sebagai "toserba" atau toko serba ada.
"Kalau mau cari apa juga ada di sini. Sepatu, baju, bahkan selimut, kulkas, televisi sampai lemari juga ada di sini," ujar Rama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, banyak orang yang membuang sampah ke sungai tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan maupun potensi banjir yang ditimbulkan.
"Yang mereka pikirkan sampah mereka hilang, padahal tidak akan pernah hilang," katanya.
Upaya Pemerintah Jakarta
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbagai langkah terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengurangi risiko banjir.
Di masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano Karno, Pemprov menargetkan 20 proyek pengendalian banjir di berbagai wilayah ibu kota rampung pada 2027.
Salah satu proyek utama adalah pembangunan dan peningkatan sistem pompa air di 12 titik. Beberapa di antaranya meliputi Pompa Bulak Cabe berkapasitas 24 meter kubik per detik, Pompa Pegangsaan Dua berkapasitas 9 meter kubik per detik, serta Pompa Cilincing KBN berkapasitas 16 meter kubik per detik.
Selain itu, terdapat Pompa Warung Jengkol, Pompa Kampung Sawah Rawa Terate, Pompa Kayu Putih Rawa Terate, Pompa Cempaka Putih, Pompa Cengkareng, Pompa Mangga Raya Greenville, dan Pompa Daan Mogot.
Melalui Dinas Sumber Daya Air, Pemprov juga membangun dan memperbaiki sarana kali serta sungai di sembilan titik, meliputi Saluran Penghubung (PHB) Layar, Kali Cakung Lama, Kali Jatikramat, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Grogol, Kali Cideng Atas, Kali Sodetan Sekretaris, hingga Waduk Tomang.
Untuk menekan limpasan air hujan, tiga tampungan air baru turut dibangun, yakni Embung Pondok Labu di kawasan Cilandak Marinir, Embung Kebagusan, dan Waduk Sunter Hulu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!