Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Soedradjad Djiwandono: Sinkronisasi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci Capai Tujuan Ekonomi Nasional

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Soedradjad Djiwandono: Sinkronisasi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci Capai Tujuan Ekonomi Nasional Doc: Tangkapan layar webinar The 20th Sadli Lecture
Ket. Profesor Emeritus Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia Prof. Dr. J. Soedradjad Djiwandono

JAKARTA - Profesor Emeritus Soedradjad Djiwandono menegaskan kebijakan moneter dan fiskal harus berjalan bersama-sama untuk mencapai tujuan ekonomi yang sama. Ia menyebut kedua instrumen tersebut perlu dikelola dan diarahkan secara selaras dalam mendukung sistem keuangan dan sektor riil.

Ia menjelaskan kebijakan moneter harus dikendalikan dan dikelola, sementara kebijakan fiskal berperan mendukung sisi keuangan. Hal tersebut menunjukkan adanya pembagian peran yang jelas antara kedua instrumen dalam sistem ekonomi.

“Kebijakan moneter dan fiskal harus berjalan bersama-sama dan masing-masing harus mencapai tujuan yang terbatas. Kebijakan moneter harus dikendalikan dan dikelola sementara kebijakan fiskal harus mendukung sisi keuangan,” ujar Profesor Emeritus Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia Prof. Dr. J. Soedradjad Djiwandono saat menjadi pembicara dalam The 20th Sadli Lecture di Depok, Selasa (5/5).

Soedradjad menambahkan, pencapaian tujuan ekonomi memerlukan penggunaan instrumen yang berjalan bersama untuk mencapai sasaran yang sama. Menurut dia, satu kebijakan saja tidak cukup untuk menjawab kebutuhan ekonomi secara menyeluruh.

Menurut dia, hal tersebut merupakan bentuk sinkronisasi kebijakan yang berkaitan dengan koordinasi fiskal dan instrumen finansial dalam mendukung sektor riil. Ia menyebut dinamika tersebut berhubungan dengan koordinasi antar kebijakan.

Ia menambahkan dinamika tersebut berkaitan dengan koordinasi fiskal dan instrumen finansial. Hal ini disampaikan sebagai bagian dari contoh yang menunjukkan hubungan antar kebijakan dalam praktik.

Soedradjad menyebut pendekatan tersebut sebagai bentuk sinkronisasi kebijakan yang melibatkan berbagai instrumen untuk mencapai tujuan yang sama. Hal itu menjadi bagian dari dinamika yang berhubungan dengan koordinasi.

“Tapi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang betul-betul memperbaiki dan memberikan manfaat membutuhkan instrumen yang bersama-sama. Bekerja sama untuk mendapatkan tujuan yang sama, jadi ini adalah yang saya maksud dengan sinkronisasi,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Mediterania: Laut yang Memb...
Luar Negeri
Kerugian Penipuan Siber Tem...

Swasembada Susu Butuh Regulasi Tegas

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Swasembada Susu Butuh Regul...
Luar Negeri
PBB Desak Kelompok Houthi H...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.