Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Profesionalisme Militer Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Multidimensi

📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 16:29 WIB | Oleh:
Profesionalisme Militer Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Multidimensi Doc: istimewa

JAKARTA – Konsep profesionalisme militer di Indonesia dinilai perlu terus berkembang seiring perubahan lingkungan strategis global yang semakin kompleks. Di tengah meningkatnya ancaman hibrida, disrupsi teknologi, serangan siber, terorisme, bencana alam, pandemi, hingga krisis pangan dan energi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang andal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan strategis bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi dalam tulisannya berjudul Profesionalisme Militer Lama dan Baru: Dalam Perspektif Indonesia. Menurutnya, perdebatan mengenai profesionalisme militer kembali mengemuka di tengah dinamika geopolitik dan meningkatnya kompleksitas tantangan nasional.

"Apakah militer yang profesional adalah militer yang semata-mata fokus pada perang dan pertahanan eksternal, atau justru militer yang mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan strategis bangsa?" tulis Budhi membuka pembahasannya, Sabtu (27/6).

Budhi menjelaskan, konsep profesionalisme militer klasik (old professionalism) diperkenalkan oleh ilmuwan politik Samuel P. Huntington melalui karya monumentalnya The Soldier and the State. Huntington menempatkan profesionalisme militer pada tiga pilar utama, yakni keahlian (expertise), tanggung jawab (responsibility), dan semangat korps (corporateness). Dalam perspektif tersebut, militer profesional adalah institusi yang fokus pada fungsi pertahanan negara, menjauhi politik praktis, serta tunduk kepada otoritas sipil melalui konsep objective civilian control.

Namun, menurut Budhi, perkembangan lingkungan strategis internasional memunculkan pandangan baru mengenai profesionalisme militer. Konsep new professionalism dikembangkan oleh Alfred Stepan melalui bukunya The New Professionalism of Internal Warfare and Military Role Expansion.

Dalam konsep tersebut, militer di negara-negara berkembang tidak lagi hanya bertugas menghadapi ancaman dari luar negeri, tetapi juga menjalankan fungsi yang lebih luas dalam menghadapi ancaman internal, menjaga stabilitas nasional, serta mendukung pembangunan negara.

"Profesionalisme militer tidak semata diukur dari kemampuan tempur, tetapi juga dari kapasitas adaptasi terhadap berbagai tantangan strategis bangsa," jelasnya.

Menurut Budhi, konsep tersebut semakin relevan pada abad ke-21 karena karakter ancaman telah berubah secara signifikan. Ancaman terhadap negara tidak lagi hanya berupa invasi militer, melainkan juga terorisme, bencana alam, pandemi, kejahatan siber, disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga krisis pangan dan energi.

"Batas antara ancaman militer dan nonmiliter semakin kabur. Karena itu profesionalisme militer modern menuntut kemampuan multidomain yang melampaui paradigma perang konvensional," katanya.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang telah menerapkan pendekatan tersebut. Di India, militer menjadi tulang punggung penanggulangan bencana dan pembangunan di wilayah terpencil. Di Brasil, angkatan bersenjata berperan dalam pengamanan kawasan Amazon serta operasi kemanusiaan. Di Korea Selatan, militer ikut mendukung pengembangan teknologi dan industri strategis. Bahkan di Amerika Serikat, militer memiliki kontribusi besar dalam penanganan bencana, keamanan siber, hingga dukungan logistik nasional tanpa mengurangi prinsip supremasi sipil.

Budhi menilai Indonesia memiliki tantangan yang lebih kompleks dibanding banyak negara lain. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berada di persimpangan jalur perdagangan global, memiliki ribuan pulau, rawan bencana alam, serta menghadapi ancaman siber dan kontestasi geopolitik kawasan.

"Dalam situasi seperti itu, membatasi profesionalisme TNI hanya pada kemampuan tempur konvensional justru menjadi pandangan yang terlalu sempit," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang TNI telah memberikan mandat yang jelas melalui tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), mulai dari penanggulangan bencana, penanganan terorisme, pengamanan wilayah perbatasan, bantuan kemanusiaan, hingga membantu pemerintah dalam kondisi tertentu.

Menurut Budhi, berbagai tugas tersebut bukan merupakan penyimpangan dari profesionalisme militer, melainkan manifestasi profesionalisme baru yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Bandara Husein Bersiap Kemb...

Iqbal Wilis Dukung Ekspedisi Sungai Cicatih

1.5 jam yang lalu | Diapari S

Rona
Iqbal Wilis Dukung Ekspedis...

Pemkot Bogor Bongkar JPO Paledang

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Bongkar JPO Pa...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

27 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.