Apple Resmi Naikkan Harga iPad dan MacBook Mulai 25 Juni 2026, Ini Penyebab Utamanya
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 17:05 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA – Apple resmi menaikkan harga sejumlah produk andalannya, mulai dari iPad, MacBook, HomePod, hingga Apple TV. Kebijakan yang mulai berlaku pada 25 Juni 2026 itu diambil menyusul melonjaknya biaya chip memori dan media penyimpanan yang dipicu tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, Apple memastikan lini iPhone belum terdampak penyesuaian harga tersebut. Perusahaan menyebut lonjakan biaya komponen kini sudah berada pada level yang tidak lagi dapat sepenuhnya ditanggung perusahaan sehingga sebagian kenaikan harus diteruskan kepada konsumen.
Keputusan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar. Saham Apple tercatat turun hampir 5 persen setelah pengumuman disampaikan, sementara saham Dell merosot lebih dari 8 persen karena investor mulai mengkhawatirkan dampak kenaikan harga memori terhadap industri elektronik secara keseluruhan.
Sejumlah produk mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. MacBook Neo kini dijual seharga 699 dolar AS, naik dari sebelumnya 599 dolar AS, sehingga kehilangan status sebagai laptop Apple termurah. Sementara MacBook Air 512GB naik dari 1.099 dolar AS menjadi 1.299 dolar AS, sedangkan MacBook Pro 1TB meningkat dari 1.699 dolar AS menjadi 1.999 dolar AS.
Di lini tablet, iPad Air 128GB kini dipasarkan dengan harga 749 dolar AS, naik dari sebelumnya 599 dolar AS. Apple juga memperbarui harga HomePod dan Apple TV untuk seluruh variannya, meski perusahaan tidak merinci seluruh daftar harga dalam pengumuman tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apple mengakui kenaikan biaya komponen kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Selama ini perusahaan berupaya menyerap kenaikan biaya agar tidak membebani konsumen, namun kondisi pasar memori membuat strategi tersebut sulit dipertahankan.
"Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini, secepat ini. Sejauh ini kami telah melindungi pelanggan kami dari kenaikan ini, tetapi kami telah mencapai titik di mana kami perlu mulai menaikkan harga pada beberapa produk, termasuk kenaikan harga hari ini untuk iPad dan Mac," tulis Apple dalam keterangannya.
"Kami tahu ini bukan kabar baik, dan kami bekerja tanpa henti untuk menemukan solusinya," lanjut perusahaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, CEO Apple Tim Cook telah memberi sinyal kepada investor bahwa kenaikan biaya memori akan terus membebani kinerja perusahaan setelah kuartal Juni. Kondisi tersebut dipicu produsen chip memori yang kini lebih memprioritaskan pasokan kepada perusahaan pembuat chip AI seperti Nvidia dibandingkan produsen perangkat elektronik konsumen.
Lembaga riset pasar TrendForce mencatat harga DRAM melonjak hingga 98 persen sepanjang kuartal pertama 2026. Pada kuartal berikutnya, harga diperkirakan kembali naik sekitar 58 hingga 63 persen, sehingga fenomena tersebut dijuluki "RAMageddon" oleh para pengamat industri teknologi.
Di sisi lain, produsen memori Micron baru saja mengumumkan telah memperoleh kontrak jangka panjang senilai 22 miliar dolar AS dari berbagai pelanggan. Kesepakatan tersebut membuat pasokan chip memori di pasar semakin terbatas bagi produsen perangkat elektronik konsumen.
Kenaikan harga juga dinilai mengurangi daya saing sejumlah produk Apple. MacBook Neo, misalnya, kini kehilangan keunggulan harga dibandingkan Dell XPS 13 yang sebelumnya terpaut sekitar 100 dolar AS. Laptop tersebut juga menjadi lebih mahal dibandingkan sejumlah Chromebook buatan Lenovo maupun Asus.
Meski iPhone belum mengalami kenaikan harga, sejumlah analis memperkirakan langkah serupa tinggal menunggu waktu. Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, menilai keputusan Apple menaikkan harga produk lain lebih dulu merupakan strategi menjelang peluncuran iPhone terbaru pada musim gugur tahun ini.
"iPhone pun tak luput; kenaikan harga akan segera terjadi," ujar Nabila Popal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!