Viral Debt Collector Diduga Intimidasi Pengendara di Rawamangun, Polisi Lakukan Penyelidikan
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Polres Metro Jakarta Timur mendalami dugaan intimidasi yang dilakukan oleh enam orang penagih hutang (debt collector) terhadap seorang pengendara motor di kawasan Rawamangun, Pulogadung.
"Benar telah dilakukan pengecekan terkait adanya berita di media sosial mengenai debt collector di wilayah Rawamangun," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi di Jakarta, Kamis (25/6).
Berdasarkan penelusuran awal, kejadian intimidasi itu berlangsung pada Kamis (18/6) sekitar pukul 12.30 WIB di kawasan Jalan Pemuda Asli IV RT 10/RW 03, Rawamangun, Jakarta Timur.
Budi menjelaskan korban berinisial HF (24) sedang mengendarai sepeda motor bersama keponakannya menuju Puskesmas Rawamangun.
Dalam keterangannya, HF mengaku merasa diikuti oleh sejumlah orang sejak melintas di Jalan Pemuda.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Korban merasa diikuti mulai dari Jalan Pemuda hingga ke Puskesmas dan kembali ke rumah korban. Saat melintas di Jalan Kayu Jati Raya, korban sempat diberhentikan oleh enam orang debt collector," jelas Budi.
Korban menyebut orang-orang tersebut tersusun membuntuti perjalanannya hingga ke puskesmas, bahkan saat dirinya kembali menuju rumah.
Lalu, saat diberhentikan oleh enam orang yang diduga debt collector itu, mereka mempertanyakan plat nomor sepeda motor yang digunakan korban karena dianggap tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang dikendarainya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk menghindari perdebatan di jalan, korban kemudian menyarankan agar persoalan tersebut dibicarakan langsung dengan orang tuanya.
"Selanjutnya saat tiba di tempat kerja orang tua korban di Jalan Pemuda Asli IV, orang tua korban berdebat dengan debt collector mempermasalahkan untuk plat nomer tidak sesuai dengan jenis kendaraannya," jelas Budi.
Selain itu, Budi menyebut adu argumen sempat terjadi antara kedua belah pihak sebelum akhirnya kelompok tersebut meninggalkan lokasi.
Meski sempat terjadi ketegangan, polisi memastikan kendaraan milik korban tidak dibawa ataupun disita oleh para debt collector tersebut.
Saat ini, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi untuk mengetahui kemungkinan terdapat unsur intimidasi atau pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah videonya ramai diperbincangkan di media sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!