Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil Dipicu Sentimen Domestik dan Suku Bunga Global

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil Dipicu Sentimen Domestik dan Suku Bunga Global Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (25/6) berpotensi bergerak volatil dipicu oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan terkait suku bunga global.

IHSG dibuka melemah 10,81 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.873,07. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,02 poin atau 0,18 persen ke posisi 577,15.

"Secara teknikal, level support IHSG berada di 5.784 atau 5.720 atau 5.677, sedangkan resistance di level 5.993 sampai 6.052 atau 6.171, dengan strategi yang disarankan adalah wait an see atau buy on weakness," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, Liza menjelaskan investor cenderung berhati-hati menunggu laporan keuangan Micron, sebagai indikator terbaru prospek industri semikonduktor dan tema investasi kecerdasan buatan (AI).

"Meskipun saham teknologi masih tertekan akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran valuasi yang tinggi, pelaku pasar belum menunjukkan tanda-tanda rotasi besar-besaran keluar dari saham growth," ujar Liza,

Di sisi lain, ia menyebut pelemahan signifikan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang dan mendukung minat investor terhadap aset berisiko

"Penurunan harga energi mendorong investor memangkas proyeksi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed, yang tercermin dari turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS," ujar Liza.

Sementara itu, perkembangan geopolitik di Timur Tengah menunjukkan perbaikan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran melanjutkan implementasi kesepakatan damai sementara yang ditandatangani pekan lalu.

Selain itu, pejabat AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan negosiasi teknis di Swiss pada pekan depan, dengan Pakistan dan Oman tetap berperan sebagai mediator utama dalam proses diplomatik tersebut.

"Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali meningkat seiring dibukanya jalur strategis tersebut, sehingga membantu menurunkan premi risiko geopolitik di pasar energi," ujar Liza

Fokus pasar kini tertuju pada rilis data inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) AS periode Mei 2026, serta revisi pertumbuhan PDB AS kuartal I-2026, yang akan menjadi pertimbangan penting bagi arah kebijakan moneter selanjutnya.

Dari dalam negeri, BEI tengah bersiap melakukan transformasi besar menjadi perusahaan terbuka, melalui skema demutualisasi berdasarkan UU No. 4 Tahun 2026, yang membuka kepemilikan bursa kepada publik melalui tahapan private placement dan IPO dengan target masuk 10 besar bursa dunia dalam 4-5 tahun ke depan.

Sementara itu, Kementerian Keuangan mulai menarik saldo anggaran lebih (SAL) secara bertahap dari perbankan Himbara, dari total sekitar Rp420 triliun yang sebelumnya terdiri dari sekitar Rp300 triliun di bank Himbara dan Rp120 triliun di Bank Indonesia (BI).

Penarikan itu dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan kas negara dan kebutuhan pembiayaan APBN, serta hasil kesepakatan dengan BI untuk menjaga stabilitas rupiah dan sistem keuangan, dengan sebagian dana dialihkan kembali ke rekening kas pemerintah di BI yang memberikan imbal hasil (remunerasi), mengingat penempatan SAL di perbankan sejak awal bersifat sementara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Integritas Tata Kelola Pemkab Bekasi Diperkuat Bersama KPK

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Integritas Tata Kelola Pemk...

Rupiah Masih Rawan - 2 September 2026

1 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 2 Sept...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.