UB Naik 64 Peringkat dalam QS World University Rankings
📅 Senin, 22 Jun 2026, 14:23 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDia menambahkan, rasio ini lebih tinggi dibandingkan median global sebesar 7,7 dosen per 100 mahasiswa. Secara akademik, rasio yang semakin baik memberikan peluang bagi peningkatan kualitas pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pembimbingan tugas akhir, dan interaksi dosen–mahasiswa.
Selain itu sustainability menjadi kekuatan baru. Skor Sustainability naik dari 53,3 menjadi 60,4, sedangkan peringkat global meningkat dari sekitar 636 menjadi 614 dunia. Pada QS WUR 2027, Sustainability menyumbang sekitar 10,3 persen terhadap skor total UB. Hasil ini mencerminkan semakin kuatnya kontribusi universitas dalam pendidikan keberlanjutan, penelitian terkait Sustainable Development Goals, pengelolaan lingkungan kampus, dampak sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Peningkatan ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan telah berkembang menjadi salah satu kekuatan strategis UB, selain reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja.
Dari sisi penelitian, data QS menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Jumlah publikasi bersih yang digunakan dalam perhitungan meningkat dari sekitar 8.443 menjadi 9.259 publikasi, atau bertambah hampir 10 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah sitasi tanpa sitasi mandiri juga meningkat dari sekitar 28.941 menjadi 37.981 sitasi, atau tumbuh lebih dari 31 persen. Sementara itu, jumlah sitasi ternormalisasi naik dari sekitar 28.989 menjadi 38.355.
Pertumbuhan penelitian terjadi pada berbagai rumpun keilmuan. Pada Life Sciences and Medicine, jumlah publikasi meningkat dari 3.545 menjadi 4.177 artikel, sedangkan sitasinya bertambah dari 13.041 menjadi 18.009. Sitasi pada Engineering and Technology meningkat menjadi 15.296, sementara Social Sciences and Management mencatat 11.131 sitasi.
Walaupun demikian, indikator Citations per Faculty masih menjadi tantangan. Skor UB berada pada angka 1,9 dan masih masuk kelompok peringkat 801+ dunia. Rasio sitasi ternormalisasi per dosen meningkat dari 5,5 menjadi 6,5, tetapi masih berada di bawah median global sebesar 59,9.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah publikasi UB perlu dilanjutkan dengan peningkatan kualitas, visibilitas, dan dampak sitasi.
“Strategi ke depan perlu lebih diarahkan pada publikasi dalam jurnal bereputasi tinggi, riset kolaboratif internasional, pengembangan tema unggulan global, dan penguatan ekosistem peneliti berproduktivitas serta berdampak tinggi,” kata Hendrix.
Sementara itu, meskipun menunjukkan pertumbuhan yang baik, indikator International Students masih berada dalam kelompok 801+ dunia dan belum mencapai median global sebesar 8,8 mahasiswa internasional per 100 mahasiswa.
Kepala Global Partnership dan Reputasi , Hendrix Yulis Setyawan,
Di bidang internasionalisasi, mahasiswa UB yang berasal dari luar negeri sedikitnya berasal 57 negara. Ke depan, UB perlu meningkatkan tidak hanya jumlah mahasiswa internasional, tetapi juga keberagaman negara asal melalui program internasional, beasiswa, promosi global, joint degree, double degree, pertukaran mahasiswa, dan program berbahasa Inggris.
Indikator International Research Network juga masih memerlukan perhatian. Indeks UB meningkat dari 29,7 menjadi 31,0, tetapi masih berada di bawah median global sebesar 41,0. Hal ini menunjukkan perlunya perluasan jejaring penelitian lintas negara dan lintas disiplin yang menghasilkan publikasi, pendanaan, serta inovasi bersama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!