Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menyaksikan Keindahan Kota Wamena dari Ketinggian Tugu Salib

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 15:53 WIB | Oleh:
Menyaksikan Keindahan Kota Wamena dari Ketinggian Tugu Salib Doc: ANTARA/Yudhi Efendi
Ket. Tugu Salib Wio Silimo yang berada tepat di jantung Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan bukan hanya sekadar simbol keagamaaan, melainkan keagungan sang pencipta bagi masyarakat yang telah hidup dan menetap di daerah itu.

WAMEWA -- Wamena adalah pusat pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya serta kota modern yang berada di ketinggian 1.600-1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Daerah itu memiliki segudang keunikan adat istiadat yang telah dipertahankan turun temurun, dari generasi sebelumnya oleh masyarakat asli Wamena, hingga saat ini, yakni keindahan alam serta masyarakatnya yang religius.

Masyarakat di dataran tinggi Pegunungan Tengah Papua itu sangat memegang teguh adat istiadat dan ritual agama.

Daerah dan masyarakatnya yang terisolasi dari dunia luar, ratusan hingga ribuan tahun lamanya, sebelum adanya pemerintahan, baik Belanda di kurun Waktu 1950-an, hingga Indonesia, mulai 1960-an memiliki kepercayaan dan keyakinan yang kuat kepada Sang Pencipta.

Wamena adalah kata yang berasal dari bahasa Dani, Lembah Baliem, yakni Wam (babi) dan ena (tempat). Kata ini diucapkan pertama kali oleh masyarakat asli Wamena kepada orang Belanda yang pertama datang ke daerah itu. Kata tersebut langsung diartikan oleh orang Belanda bahwa daerah itu bernama Wamena dan terus dipergunakan, bahkan, setelah integrasi dengan Indonesia, hingga kini. Wamena dikelilingi deretan pegunungan yang puncak tertingginya bernama Trikora.

Masyarakat asli Wamena yang religus, dengan agama mayoritas Kristen 93,62 persen (Protestan 69,81 persen, Katolik 23,81 persen), sementara Islam 6,30 persen, Hindu 0,04 persen, serta 0,04 persen kepercayaan leluhur.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada 2016 membangun Tugu Salib Wio Silimo setinggi kurang lebih 54 meter, dengan biaya Rp150 miliar, dan diresmikan pada Desember 2020.

Angka 54 meter bukan sekadar nilai matematika tentang tinggi sebuah bangunan, melainkan pertanda masuknya Injil pertama kali di Lembah Baliem, sebutan lain Kota Wamena, oleh misionaris pada tahun 1954. Dua angka belakang itu yang digunakan untuk memastikan tinggi dari bangunan Tugu Salib Wio Silimo.

Tugu Salib Wio Silimo adalah bangunan modern di daerah pedalaman Papua yang dilengkapi dengan lift atau elevator untuk membawa pengunjung dapat sampai ke puncak tertingginya.

Tugu Salib Wio Silimo berada tepat di tengah Kota Wamena, berhadapan langsung dengan Kantor Bupati Jayawijaya, menyimbolkan keagungan bagi masyarakatnya yang percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan bangunan yang menjulang tinggi, maka dapat dilihat dari jauh, bahkan dari daerah ketinggian pegunungan yang mengelilingi Kota Wamena. Wamena ibarat kuali raksasa karena dikelilingi oleh deretan pegunungan dan seperti pagar hidup bagi seluruh aktivitas yang ada di dalamnya.

"Daerah ini sangat indah karena berada di pedalaman Pegunungan Tengah Papua," kata Bupati Jayawijaya Atenius Murib.

Tugu Salib Wio Silimo Wamena menjadi simbol daerah, spiritual masyarakatnya, kerukunan, toleransi antarumat beragama yang terpupuk erat dalam setiap perilaku dan tindakan yang dilakukan orang-orang yang tinggal di daerah itu.

"Keberadaan tugu ini harus dijaga dan dilestarikan dengan baik oleh masyarakat," ujar Bupati Jayawijaya Atenius Murib.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.