Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Provinsi Distribusi Air ke Warga Terdampak Kemarau

📅 Senin, 22 Jun 2026, 15:50 WIB | Oleh:
Tiga Provinsi Distribusi Air ke Warga Terdampak Kemarau Doc: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Purbalingga
Ket. Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (19/6).

JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tiga provinsi mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih guna menanggulangi perluasan dampak kemarau, berupa kekeringan, melanda masyarakat sejak awal Juni 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin (21/6), mengatakan pendistribusian air bersih menggunakan truk tangki tersebut secara intensif di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

"Merespons meluasnya persoalan air bersih akibat musim kemarau, armada tangki dari BPBD di tiap-tiap wilayah bergerak simultan guna memastikan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari warga dapat terpenuhi," kata dia.

Ia menjelaskan di Jawa Barat, kekeringan melanda Kabupaten Bekasi yang menyasar warga Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru serta Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, dengan total bantuan awal 10.000 liter air bersih.

Di Nusa Tenggara Barat, kejadian serupa melanda kawasan pesisir Kabupaten Bima, di mana petugas darurat menyalurkan bantuan 10.000 liter air bersih khusus untuk menyuplai warga terdampak di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi.

Di Provinsi Jawa Tengah, kekeringan melanda Kabupaten Banjarnegara yang membuat pengiriman empat tangki air dengan volume total mencapai 20.000 liter untuk mengurangi dampak kelangkaan air bersih di Desa Serang, Kecamatan Bawang.

Dalam menyikapi meluasnya fenomena kekeringan meteorologis ini, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mulai menerapkan pola penghematan serta memprioritaskan pemanfaatan air secara bijak, termasuk mengoptimalkan penampungan air hujan secara mandiri.

"Sedangkan kepada pemerintah daerah, BNPB meminta adanya langkah pencegahan jangka panjang melalui pembuatan embung atau waduk penampungan air berskala besar di titik-titik rawan sebagai cadangan pasokan air baku bagi warga," kata Abdul Muhari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.