Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Jatuhkan Sanksi ke 10 Perusahaan AS, Tanggapan Keras atas Daftar Hitam Pentagon

📅 Senin, 22 Jun 2026, 11:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Jatuhkan Sanksi ke 10 Perusahaan AS, Tanggapan Keras atas Daftar Hitam Pentagon Doc: BSS
Ket. Bendera Tiongkok berkibar di gedung Kementerian Perdagangan Tiongkok di Beijing, Tiongkok

BEIJING - Tiongkok memberlakukan kontrol ekspor terhadap 10 perusahaan AS yang terlibat dalam bidang pertahanan dan penambangan logam tanah jarang sebagai tanggapan atas daftar hitam perusahaan-perusahaan Tiongkok yang dikeluarkan Washington, kata Beijing pada hari Senin (22/6).

Langkah ini diambil sebulan setelah Presiden AS Donald Trump mengunjungi Beijing, berupaya menstabilkan hubungan yang tegang selama pembicaraan dengan mitranya dari Tiongkok, Xi Jinping.

Meskipun kedua negara sepakat untuk berupaya mengurangi tarif, hubungan mereka kemudian diuji karena kedua pihak saling menghambat kemajuan di bidang teknologi dan pertahanan.

Bulan ini, Washington merilis daftar hitam baru yang berisi 80 perusahaan dan anak perusahaannya yang menurut Washington membantu militer Tiongkok.

Raksasa teknologi Alibaba dan Baidu, serta raksasa kendaraan listrik BYD, ikut dimasukkan ke dalam daftar, yang mendorong Beijing mengancam akan melakukan pembalasan.

Kontrol ekspor baru Tiongkok ini dilakukan "sebagai tanggapan terhadap tindakan keterlaluan pemerintah AS yang menambahkan apa yang disebut 'daftar perusahaan militer Tiongkok'", kata kementerian perdagangan dalam sebuah pernyataan. Langkah ini juga untuk "menjaga keamanan nasional".

Kesepuluh entitas tersebut termasuk Aveox, yang memegang kontrak pertahanan kedirgantaraan dengan militer AS, dan Oshkosh Defense, yang memproduksi armada kendaraan militer.

Daftar tersebut juga mencantumkan produsen logam tanah jarang AS, yaitu MP Materials dan USA Rare Earth.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan, eksportir dilarang menyediakan barang-barang dwiguna kepada entitas yang terdaftar, dan bahwa "segala aktivitas ekspor terkait yang sedang berlangsung saat ini harus segera dihentikan".

Larangan tersebut juga berlaku untuk "organisasi atau individu di negara atau wilayah mana pun... yang mentransfer atau menyediakan barang-barang dwiguna yang berasal dari Tiongkok kepada entitas tersebut", demikian disebutkan.

Kementerian Keuangan Tiongkok secara bersamaan mengumumkan larangan bagi lembaga-lembaga yang terlibat dalam pengadaan publik untuk membeli produk buatan 46 perusahaan AS, termasuk Lockheed Martin, Raytheon, dan divisi pertahanan Boeing.

Selain itu, tercantum juga divisi-divisi dari General Dynamics dan Anduril Industries, yang merupakan kontraktor militer utama AS, serta beberapa perusahaan kedirgantaraan.

Perusahaan dengan investasi AS yang beroperasi di Tiongkok dikecualikan, menurut pernyataan dari kementerian keuangan, yang mengatakan langkah-langkah tersebut akan berlaku mulai hari Senin.

Kementerian perdagangan Tiongkok telah memberikan sanksi kepada sejumlah perusahaan tersebut dan anak perusahaannya, baik pada tahun 2024 maupun 2025, terkait penjualan senjata AS ke Taiwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Poin-poin Penting dari Puta...
Megapolitan
Sebanyak 3.761 Personel Gab...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Momentum Perkuat Wisata Dalam Negeri
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.