Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SDN Malabar II, SR Tertua Jawa Barat Di PTPN I Kebun Malabar

📅 Senin, 22 Jun 2026, 11:38 WIB | Oleh:

Berdasarkan catatan silsilah kerja perkebunan, Abah Uci mengenyam pendidikan di SR Malabar di bawah era kepemimpinan Administratur Van Deer Meer (1945-1948) hingga era Administratur Brewer (1955-1958). Meski tidak mengingat pasti nama pimpinan perkebunan di masa lampau, ditarik dari lini masa sejarah, kakeknya disinyalir bersekolah di masa keemasan KAR Bosscha (1896-1928). Sementara ayahnya menapaki bangku sekolah di era Administratur R.A. Kerkhoven (1928-1934) atau Ermeling (1934-1942).

Pada awal berdirinya, sekolah ini hanya memiliki empat ruang belajar bersahaja berukuran 5 x 6 meter. Arsitekturnya menyimpan nilai filosofis tinggi; berdinding bilik bambu dengan lantai kayu jati yang kokoh menopang langkah kaki anak-anak perkebunan. Di atas lantai kayu itulah, para murid zaman dulu belajar menggelar tikar dan menulis menggunakan sabak serta gerip.

Berkat kedisiplinan para pengajarnya, lulusan sekolah ini tidak hanya terserap menjadi tenaga kerja terampil di Perkebunan Malabar, tetapi banyak pula yang sukses di luar. Generasi itu berhasil memutus rantai kemiskinan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang Hollandsch-Inlandsche School (HIS) dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Kota Bandung.

Transformasi identitas sekolah ini mencerminkan dinamika perjalanan sejarah bangsa. Berawal dari Vervoloog Malabar, sekolah ini berganti nama menjadi Sekolah Rendah pasca-kemerdekaan, lalu Sekolah Rakyat (SR), hingga akhirnya kini berstatus Sekolah Dasar Negeri (SDN).

Pihak manajemen perkebunan sempat menambah tiga ruang permanen untuk kantor dan kelas lanjutan pada tahun 1955 demi mengakomodasi lonjakan murid. Kendati seiring berdirinya SDN Malabar 4 pada tahun 1982 membuat dominasi sekolah panggung ini perlahan surut. Namun, PTPN I memastikan komitmennya agar warisan literasi purba di tanah Priangan ini tetap terjaga dan tidak padam ditelan zaman. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.