Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketika Statistik Ramalkan Umat Manusia Punah 17.000 Tahun Lagi

📅 Senin, 22 Jun 2026, 07:12 WIB | Oleh:
Ketika Statistik Ramalkan Umat Manusia Punah 17.000 Tahun Lagi Doc: Niharika KULKARNI / AFP
Ket. Seorang pria berbicara di telepon seluler sambil berjalan melintasi pasar yang ramai di Varanasi pada 25 Oktober 2025. India merupakan salah satu polusi terpadat di dunia.

KAPAN umat manusia akan berakhir? Pertanyaan tersebut telah lama menjadi bahan diskusi para filsuf, ilmuwan, hingga penulis fiksi ilmiah. Berbagai skenario kiamat kerap dikaitkan dengan ancaman perubahan iklim, perang nuklir, pandemi global, tumbukan asteroid, hingga keruntuhan ekosistem Bumi.

Namun, sekelompok matematikawan menawarkan pendekatan yang berbeda. Mereka mencoba memperkirakan umur peradaban manusia bukan berdasarkan ancaman fisik yang mungkin terjadi, melainkan melalui pendekatan statistik dan probabilitas. Hasilnya cukup mengejutkan: manusia diperkirakan memiliki peluang 95 persen untuk tidak bertahan lebih dari sekitar 17.100 tahun lagi.

Prediksi tersebut berasal dari sebuah konsep yang dikenal sebagai Doomsday Argument atau Argumen Kiamat, teori yang pertama kali dikembangkan berdasarkan gagasan astrofisikawan Brandon Carter pada 1983. Meski menuai banyak kritik dan belum diterima secara luas oleh komunitas ilmiah, teori ini tetap menjadi salah satu eksperimen pemikiran paling menarik dalam matematika dan filsafat sains.

Prinsip Copernican

Dasar utama Argumen Kiamat adalah Prinsip Copernican, sebuah gagasan yang lahir dari revolusi ilmiah pada abad ke-16. Astronom Nicolaus Copernicus mengubah cara manusia memandang alam semesta ketika ia menunjukkan bahwa Bumi bukanlah pusat tata surya.

Dari pemikiran tersebut berkembang sebuah prinsip yang menyatakan bahwa manusia tidak berada pada posisi yang istimewa di alam semesta. Apa yang dilihat dan alami dianggap tidak memiliki keunikan khusus dibandingkan pengamat lain di tempat dan waktu berbeda.

Dalam ilmu kosmologi modern, prinsip ini sering digunakan untuk menjelaskan bahwa tata surya ini kemungkinan hanyalah salah satu dari banyak sistem serupa di alam semesta. Para pendukung Argumen Kiamat kemudian menerapkan logika yang sama pada sejarah manusia.

Mereka berpendapat bahwa manusia yang hidup saat ini tidak memiliki posisi khusus dalam perjalanan panjang spesies Homo sapiens. Dengan kata lain, setiap individu dianggap memiliki peluang yang sama untuk lahir di bagian awal, tengah, maupun akhir sejarah umat manusia.

Jumlah Manusia yang ­Pernah Hidup

Untuk memahami teori ini, para matematikawan membayangkan seluruh manusia yang pernah hidup disusun dalam sebuah urutan berdasarkan waktu kelahiran.

Manusia pertama menempati posisi nomor satu. Manusia kedua berada pada posisi nomor dua, dan seterusnya hingga manusia terakhir yang suatu hari nanti akan lahir sebelum spesies kita punah.

Menurut berbagai estimasi demografi global, sekitar 117 miliar manusia telah lahir dan hidup di Bumi sejak kemunculan Homo sapiens hingga saat ini. Angka tersebut menjadi titik awal perhitungan Argumen Kiamat.

Jika posisi manusia saat ini berada pada urutan sekitar 117 miliar, maka pertanyaannya adalah: seberapa jauh lagi garis sejarah manusia akan berlanjut? Para pendukung teori berargumen bahwa jika seseorang dipilih secara acak dari seluruh manusia yang pernah hidup, maka kemungkinan besar ia tidak akan berada di bagian yang sangat awal dari garis tersebut.

Secara statistik, mereka memperkirakan dengan tingkat keyakinan 95 persen bahwa posisi manusia saat ini berada dalam rentang 5 persen hingga 100 persen dari keseluruhan populasi manusia yang akan pernah ada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Leo/Daniel Raih Gelar Juara...

Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Sekolah Rakyat

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menkeu Pastikan Ketersediaa...
Nasional
Pemerintah: PLN Tak Naikkan...
Luar Negeri
WHO: Wabah Ebola di RD Kong...

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.