Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Banten Dorong Pertanian Modern untuk Tarik Minat Generasi Muda.

📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 18:40 WIB | Oleh:
Pemprov Banten Dorong Pertanian Modern untuk Tarik Minat Generasi Muda. Doc: Antara Foto
Ket. Seorang petani sedang memanen seledri hidroponik di Kabupaten Serang, Banten.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kini semakin menggalakkan penerapan sistem pertanian modern berbasis teknologi untuk menarik minat generasi menggeluti pertanian di tengah tingginya dominasi petani berusia lanjut.

Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, di Serang, Sabtu, mengungkapkan mayoritas petani di daerah tersebut kini berada pada kelompok usia tua. Kondisi ini dinilai dapat mengancam keberlanjutan produksi pangan daerah apabila tidak segera diantisipasi dengan memotivasi pemuda untuk menekuni budidaya pertanian.

"Usia rata-rata petani di Banten sekarang mungkin 90 persen itu di atas lima puluh tahun. Kami khawatir siapa yang akan melanjutkan lahan produksi untuk menghasilkan pangan kita ke depan," kata Nasir.

Nasir menjelaskan, rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian kerap dipicu oleh stigma bahwa profesi petani identik dengan pekerjaan kumuh, kotor, berat, dan seolah tidak menjanjikan masa depan.

Padahal, menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi ekonomi yang sangat besar jika dikelola secara profesional dan berbasis teknologi. Lahan yang relatif sempit sekalipun dapat menghasilkan pendapatan di atas upah minimum jika ditanami komoditas bernilai tinggi dengan manajemen yang tepat.

Untuk mengubah persepsi tersebut dan mempercepat regenerasi, Dinas Pertanian Banten meluncurkan sejumlah inisiatif. Langkah tersebut meliputi pembentukan Petani Muda Milenial, penunjukan duta pertanian (agriculture ambassador), hingga pembentukan kelembagaan baru bernama Brigade Pangan.

Melalui program Brigade Pangan, pengelolaan kawasan pertanian diserahkan sepenuhnya kepada kalangan muda, termasuk para sarjana pertanian.

"Kita buat kelembagaan baru berupa Brigade Pangan dengan manajemen pengelolaannya oleh sarjana anak muda. Mereka mengelola hamparan lahan 150 hektare dan disokong penuh dari hulu ke hilir, termasuk sarana dan alat mesin pertanian nya," ujarnya.

Pemerintah juga mulai menggalakkan smart farming atau pertanian modern terintegrasi. Nasir mencontohkan fasilitas smart screenhouse yang memungkinkan pembudidayaan tanaman bernilai ekonomi tinggi di lahan terbatas secara presisi.

Sistem ini memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengendalikan kebutuhan tanaman, mulai dari pemupukan digital hingga pengaturan suhu lingkungan.

Selain infrastruktur di dalam negeri, Pemprov Banten juga telah memberangkatkan 21 pemuda untuk mengikuti program magang pertanian di Jepang pada April lalu. Program ini bertujuan memperkenalkan sistem pertanian modern terkini.

Nasir berharap, para peserta magang dapat mereplikasi dan mengaplikasikan ilmu yang dipelajari setibanya di Tanah Air, sehingga proses regenerasi petani Banten berjalan optimal. Keberhasilan regenerasi ini ditegaskan nya harus diikuti dengan penyediaan fasilitas yang memadai dari pemerintah.

"Begitu pulang ke sini, tentu tidak sekadar mencangkul lagi. Makanya harus difasilitasi dengan alat-alat berbasis modern agar anak-anak muda tidak kembali ke pola pertanian tradisional yang dianggap kurang menarik," kata Nasir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.