Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisatawan Asing Kepincut Fun Run di Hamparan Subak Jatiluwih

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wisatawan Asing Kepincut Fun Run di Hamparan Subak Jatiluwih Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari.
Ket. Asita Bali melayani peserta ajang lari Bali Tourism Run di Jatiluwih yang mulai mengambil paket lari, Denpasar, Kamis (18/6/2026).

DENPASAR – Lari santai (fun run) semakin diminati wisatawan karena menggabungkan aktivitas olahraga dengan pengalaman rekreasi di destinasi wisata.

Kegiatan ini tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi daya tarik baru dalam sektor pariwisata berbasis pengalaman (experience tourism).

Dari sisi ekonomi, event lari santai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, serta menggerakkan konsumsi di sektor akomodasi, kuliner, dan transportasi.

Namun, keberlanjutan tren ini bergantung pada kualitas penyelenggaraan, keamanan rute, serta inovasi konsep agar tetap menarik bagi peserta dari waktu ke waktu.

Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali mencatat sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mulai bergabung dalam ajang lari santai memperingati 100 tahun pariwisata Bali di Jatiluwih.

“Ada puluhan wisman yang sudah daftar asalnya dari Rusia, Malaysia, Jepang, dan Tiongkok yang saya lihat, ini belum tahu informasinya melalui siapa tapi kami Asita memang masif menginformasikan ajang Bali Tourism Run melalui jaringan-jaringan kami,” kata Ketua Panitia Bali Tourism Run 2026 I Wayan Suberata.

Suberata di Denpasar, Kamis, mengatakan hingga saat ini secara total peserta yang bergabung untuk berlari menyusuri subak Jatiluwih sejauh 5 kilometer sebanyak 1.500 orang lebih.

Angka ini diperkirakan akan terus meningkat jelang kegiatan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026 nanti bersamaan dengan rangkaian Jatiluwih Festival.

Tak hanya peserta lokal dan wisman yang mulai terlihat meramaikan, wisatawan domestik turut bergabung mendaftarkan diri.

Akibat dari membludaknya pendaftar, seluruh penginapan warga di Desa Jatiluwih penuh sehingga pihak Asita Bali memberikan bantuan transportasi untuk menjemput wisatawan domestik yang tidak kebagian tempat menginap.

“Kami benar-benar kaget karena pendaftar tiba-tiba membludak khususnya hari ini, ini memberikan efek ganda bagi hotel, akomodasi, tempat makan, hingga UMKM di Kabupaten Tabanan, padahal ini termasuk singkat cuma 20-an hari pendaftaran,” ujar Suberata.

Antusias peserta ajang lari di kawasan warisan budaya dunia UNESCO itu tak hanya terlihat dari membludaknya pendaftar lokal maupun wisatawan, namun juga ketika pengambilan paket lari.

Namun untuk wisman maupun wisatawan domestik pada hari pertama penukaran paket lari belum terlihat oleh panitia. Mereka diperkirakan baru tiba di Bali besok atau sehari jelang kegiatan.

“Hari ini pertama mengambil, saya pikir akan sepi, ternyata jam 10 pagi sudah banyak yang datang padahal kami mulai jam 1 siang, terus berlanjut sampai malam ini semua semangat mengambil paket larinya,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.