Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Pertamax & Pertamax Green Masih Diganting, Publik Dibuat Harap-Harap Cemas

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Pertamax & Pertamax Green Masih Diganting, Publik Dibuat Harap-Harap Cemas Doc: ANTARA/ Aprillio Akbar.
Ket. Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026).

JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mencerminkan tekanan biaya yang dipengaruhi fluktuasi harga minyak global dan nilai tukar, sehingga penyesuaian menjadi langkah yang sulit dihindari oleh pelaku usaha energi.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga merambat ke biaya logistik dan harga barang secara umum.

Jika tidak diimbangi dengan kebijakan mitigasi, kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat serta memicu inflasi yang lebih luas dalam perekonomian.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan perusahaannya masih mengevaluasi terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.

"(Penyesuaian harga BBM Nonsubsidi) Masih dalam evaluasi," ujar Roberth di Jakarta, Minggu (19/4).

Pertamina secara resmi mengumumkan kenaikan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex per Sabtu (18/4/2026).

Roberth menjelaskan penyesuaian harga telah selaras dengan regulasi dan sudah dikoordinasikan, dilaporkan, dan dibahas bersama pemangku kepentingan terkait.

Mengacu bahwa penyesuaian harga tersebut selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, maka per 18 April 2026, Pertamina Patra Niaga menerapkan harga baru BBM nonsubsidi untuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite.

Adapun rincian perubahan harga, yakni Pertamax Turbo dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.

Untuk saat ini, harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.

Pertamina juga masih mempertahankan harga BBM subsidi jenis Pertalite yang sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kenaikan harga BBM jenis nonsubsidi seperti Pertamax Turbo dinilai mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa pengaturan harga oleh pemerintah hanya diberlakukan pada BBM bersubsidi, sementara BBM untuk kebutuhan industri dan kalangan mampu menyesuaikan harga pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Sabu Senilai Rp15 Miliar Berhasil Disita Polisi

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Sabu Senilai Rp15 Miliar Be...
Daerah
7.000 Warga Cianjur dapat E...
Nasional
T50 Summit 2026 Umumkan 50 ...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.