Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hindari Sabun Cuci Piring untuk Kendaraan, Ini Dampak Buruknya!

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 18:00 WIB | Oleh:
Hindari Sabun Cuci Piring untuk Kendaraan, Ini Dampak Buruknya! Doc: Freepik

JAKARTA - Banyak pemilik kendaraan masih menggunakan sabun cuci piring untuk membersihkan mobil maupun motor mereka. Alasannya sederhana—mudah didapat dan murah. Namun, kebiasaan ini justru dapat menimbulkan dampak negatif pada tampilan serta komponen kendaraan. Kandungan kimia yang keras dalam sabun cuci piring bisa merusak cat, mengikis lapisan pelindung, hingga memicu timbulnya karat.

Menurut para ahli perawatan kendaraan, sabun cuci piring memiliki kadar alkali tinggi dan tingkat pH yang tidak sesuai untuk permukaan kendaraan. “Sabun jenis ini memang efektif untuk menghilangkan lemak di dapur, tetapi tidak dirancang untuk material logam, cat, atau krom pada kendaraan,” jelas seorang teknisi salon mobil di Jakarta, dilansir dari kanal Suzuki. Akibatnya, pemakaian berulang dapat membuat warna kendaraan tampak kusam dan pelindung bodinya terkikis.

Dampak lain dari penggunaan sabun cuci piring antara lain warna cat yang cepat pudar, lapisan krom menjadi buram, dan stiker bodi tidak lagi menempel dengan baik. Pada beberapa kasus, sisa busa yang tidak dibilas sempurna juga bisa meninggalkan bercak putih atau noda permanen. Lebih parah lagi, jika kendaraan jarang dikeringkan dengan benar setelah dicuci, zat kimia dalam sabun tersebut dapat mempercepat proses pengaratan.

Selain itu, sabun cuci piring tidak mengandung bahan pelindung seperti anti-karat atau pelapis lilin yang biasanya terdapat pada sabun khusus kendaraan. Karena itu, hasil cuci memang tampak bersih sesaat, tetapi perlindungan jangka panjang terhadap permukaan kendaraan menjadi berkurang.

Sebagai solusi, disarankan untuk menggunakan sabun khusus kendaraan yang diformulasikan dengan pH seimbang. Produk ini tidak hanya aman untuk cat, tetapi juga mampu mengangkat kotoran seperti debu, lumpur, dan oli tanpa merusak permukaannya. Alternatif alami seperti campuran cuka, soda kue, atau air perasan lemon juga bisa digunakan untuk menghilangkan noda ringan tanpa efek samping kimia.

Agar kendaraan tetap terlihat bersih dan terawat, pastikan juga proses pencucian dilakukan dengan benar. Gunakan kain microfiber agar tidak menggores bodi, bilas hingga tidak ada sisa busa, dan aplikasikan wax sebagai pelindung tambahan setelah mencuci. Langkah sederhana ini dapat menjaga keindahan kendaraan Anda sekaligus memperpanjang usia cat dan komponennya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.