Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Izin Produksi Perfilman di Jakarta Dijanjikan Terus Dipermudah

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 12:34 WIB | Oleh:
Izin Produksi Perfilman di Jakarta Dijanjikan Terus Dipermudah Doc: ist
Ket. permudah izin

JAKARTA – Untuk menggairahkan industri perfilman Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menegaskan komitmennya untuk menyederhanakan proses perizinan produksi film dan konten. Tujuannya guna meningkatkan jumlah produksi film di Jakarta, menjadi sarana promosi pariwisata, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. 

Untuk itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno optimistis Jakarta Film Commission yang berada di bawah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, serta BUMD PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board) melalui Strategic Business Unit Perfilman, layanan "Filming in Jakarta" dapat menjadi solusi dalam rangka mendukung kemudahan produksi film, baik nasional maupun internasional

"Kami meluncurkan layanan one stop film service, yaitu "Filming in Jakarta". Kami mengundang para filmmaker, kreator, dan investor untuk membawa ide dan cerita mereka. Silakan berkarya di Jakarta," kata Rano dalam kegiatan Asia Pacific Video Operators Summit (APOS) 2026 di Nusa Dua, Bali, Kamis (18/6), seperti disiarkan keterangan resmi di Jakarta pada Jumat.

Dalam pemaparan bertajuk "Unlocking Jakarta: City of Cinema, The New Incentives for Filmmakers and Creators", Rano menjelaskan visi Jakarta sebagai kota sinema lahir dari berbagai tantangan yang selama ini dihadapi rumah produksi, terutama terkait proses perizinan yang rumit dan banyaknya pihak yang harus memberikan persetujuan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap industri perfilman, Pemprov DKI juga memberikan diskon 50 persen untuk lokasi syuting serta insentif berupa pengembalian 50 persen pajak tontonan atas penjualan tiket film nasional di bioskop.

"Dukungan berupa diskon 50 persen untuk lokasi syuting di aset Pemprov dan BUMD DKI Jakarta, serta pengembalian pajak tontonan tiket bioskop untuk film nasional ditujukan agar rumah produksi dapat menginvestasikan kembali dananya untuk memproduksi film serta mengembangkan bisnisnya," ujar Rano.

Dalam kesempatan tersebut, Rano turut mengundang para pembuat film atau filmmaker, kreator, operator video, dan investor untuk hadir dalam Jakarta Film Summit dan Jakarta Film Week yang berlangsung pada 19-25 Oktober 2026.

"Kami mengundang Anda semua untuk hadir dan berpartisipasi dalam perumusan insentif, memperluas jejaring, serta bersama-sama mengembangkan Jakarta sebagai kota sinema," ungkap Rano.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Luar Negeri
Guterres Desak Negara Nukli...

KH Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
KH Miftachul Akhyar Kembali...

NASA Akhirnya Luncurkan Teleskop Luar Angkasa Roman

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
NASA Akhirnya Luncurkan Tel...
Advertisement
Menjaga Tradisi, Menyapa Wisatawan: Pesona Ruwatan Anak Gimbal di Dieng

Menjaga Tradisi, Menyapa Wisatawan: Pesona Ruwatan Anak Gimbal di Dieng

30 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Anggota AHWA Hasil Muktamar NU ke-35
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.