Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Limbah Jadi Komoditas Ekspor, Lidi Sawit Beri Nilai Tambah bagi Petani

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 19:40 WIB | Oleh:
Dari Limbah Jadi Komoditas Ekspor, Lidi Sawit Beri Nilai Tambah bagi Petani Doc: Aspekpir
Ket. Lidi sawit yang selama ini dianggap limbah kini menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Ekspor perdana ke Tiongkok membuka peluang pendapatan baru bagi petani, UMKM, dan koperasi sawit di berbagai daerah.

JAKARTA – Produk turunan kelapa sawit berupa lidi sawit mulai menunjukkan potensi besar di pasar internasional. Hal tersebut ditandai dengan pelepasan perdana ekspor 28 ton lidi sawit ke Tiongkok  yang berlangsung di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara, pada 17 Juni 2026.

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat Indonesia (Aspekpir) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) itu menjadi bagian dari program pemberdayaan UMKM dan koperasi sawit. Selain seremoni pelepasan ekspor, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan Workshop Ekspor Lidi Sawit di Medan dan Kabupaten Langkat pada 17–18 Juni 2026.

Sebanyak 28 ton lidi sawit yang diekspor berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Bahan baku tersebut dikumpulkan oleh petani, pelaku UMKM, dan koperasi anggota Aspekpir yang selama ini terlibat dalam program pengembangan usaha berbasis limbah sawit.

Dalam pelaksanaan ekspor, Aspekpir menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang bertugas memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional, khususnya Tiongkok yang dinilai memiliki permintaan cukup tinggi terhadap komoditas tersebut.

Acara pelepasan ekspor dihadiri Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Badan Karantina, akademisi, serta para petani dan pengrajin lidi sawit.

Dalam sambutan tertulis Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP yang dibacakan Anwar Sadat, disebutkan bahwa BPDP telah melakukan berbagai upaya promosi dan sosialisasi terkait pemanfaatan produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit, sejak beberapa tahun terakhir.

Melalui kerja sama dengan Aspekpir, berbagai workshop produksi lidi sawit telah dilaksanakan di sejumlah daerah seperti Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasangkayu di Sulawesi Barat. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan UMKM agar mampu menghasilkan produk sesuai standar pasar ekspor.

BPDP menilai lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, baik sebagai bahan baku ekspor maupun bahan kerajinan yang dapat dikelola oleh UMKM di daerah.

“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ucapnya melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (19/6).

Selain program pemberdayaan UMKM, BPDP juga terus menjalankan berbagai program strategis lain seperti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sarana dan prasarana, peningkatan sumber daya manusia perkebunan, penelitian dan pengembangan, serta promosi sektor perkebunan.

Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono mengatakan ekspor perdana tersebut merupakan hasil dari berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan bersama BPDP di sejumlah wilayah sentra sawit di Riau dan Sumatera Utara.

Menurutnya, sedikitnya tujuh koperasi anggota Aspekpir terlibat dalam penyediaan bahan baku ekspor. Kegiatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 2.800 anggota koperasi.

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” ujar Setiyono.

Sementara itu, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menjelaskan bahwa pihaknya bersama Aspekpir dan BPDP telah melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit sejak akhir 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Event Jakarta Akhir Pekan 20-21 Juni: Serbu Jakarta Fair 2026 hingga Konser Musik Ancol

Event Jakarta Akhir Pekan 20-21 Juni: Serbu Jakarta Fair 2026 hingga Konser Musik Ancol

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.