Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berbak Sembilang, Surga Burung Migran dan Rumah Satwa Langka

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 07:03 WIB | Oleh:

Kekayaan hayati Berbak Sembilang menjadikannya salah satu kawasan konservasi paling penting di Indonesia. Di balik lebatnya hutan rawa gambut, hidup sejumlah satwa langka yang kini semakin sulit ditemukan di habitat lain.

Salah satu yang paling ikonik adalah Harimau Sumatra, predator puncak yang populasinya terus menurun akibat hilangnya habitat dan perburuan. Selain itu, kawasan ini juga menjadi habitat bagi beruang madu, tapir asia, berbagai jenis kucing liar, rusa, serta primata seperti monyet ekor panjang dan siamang.

Di wilayah perairan dan pesisir, keberadaan buaya muara menjadi pengingat bahwa alam di sini masih benar-benar liar. Reptil terbesar di dunia itu kerap terlihat berjemur di tepian sungai atau bersembunyi di antara akar mangrove.

Meski peluang bertemu satwa besar secara langsung relatif kecil karena sifat mereka yang menghindari manusia, jejak-jejak kehidupan liar dapat ditemukan di berbagai sudut kawasan. Bekas tapak kaki di lumpur, suara panggilan satwa pada malam hari, hingga jejak cakaran di batang pohon menjadi bukti bahwa hutan ini masih berfungsi sebagaimana mestinya.

Surga bagi Pengamat ­Burung Dunia

Bagi para pencinta burung, Berbak Sembilang sering disebut sebagai salah satu lokasi terbaik di Asia untuk mengamati burung air dan burung migran. Kawasan ini merupakan bagian penting dari jalur migrasi burung internasional East Asian–Australasian Flyway, jalur yang menghubungkan wilayah Arktik, Siberia, Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Australia dan Selandia Baru.

Setiap tahun, terutama antara Oktober hingga Maret, jutaan burung migran singgah di kawasan pesisir Sembilang untuk beristirahat dan mencari makan sebelum melanjutkan perjalanan ribuan kilometer. Hamparan lumpur pesisir yang luas menyediakan sumber makanan melimpah berupa cacing, kerang, dan berbagai organisme kecil yang menjadi santapan utama burung-burung tersebut.

Fenomena dua kali dalam setahun itu menciptakan pemandangan spektakuler. Ribuan burung dapat terlihat bergerak serempak membentuk pola-pola dinamis di langit, menciptakan pertunjukan alam yang memukau.

Karena pentingnya fungsi tersebut, kawasan Berbak Sembilang telah mendapat pengakuan internasional sebagai situs lahan basah penting dunia atau Situs Ramsar. Penetapan itu didasarkan pada Konvensi Ramsar, sebuah perjanjian lingkungan antar-pemerintah yang ditandatangani di Ramsar, Iran, pada ­tahun 1971. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.