Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenaikan Harga Elpiji Tidak Masuk Akal

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 03:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenaikan Harga Elpiji Tidak Masuk Akal Doc: ANTARA/HO-Dok Pertamina

JAKARTA – Kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi 12 kilogram membuat resah para agen di Jakarta Selatan. Jumlah kenaikan tidak masuk akal sampai 38.000 rupiah. Salah satu agen di Jaksel menyatakan kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram (kg) sudah berlangsung beberapa hari terakhir.

“Kalau sekarang ini memang tinggi, lebih parah dari biasanya. Biasanya, kenaikan tidak sebesar ini,” kata pemilik agen gas elpiji Suryati Budi Rahayu saat ditemui di tokonya yang berlokasi di Jalan Haji Jian, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis.

Dia menilai lonjakan harga yang mencapai puluhan ribu rupiah itu memberatkan. Suryati menyebutkan harga tabung gas 12 kg melonjak dari 210.000 menjadi 248.000, atau naik 38.000 dalam waktu singkat.

Menurutnya, dampak langsung dari kenaikan tersebut, yaitu meningkatnya keluhan dari pelanggan. Banyak konsumen yang mempertanyakan alasan di balik lonjakan harga yang dianggap mendadak itu.

Mereka  komplain, kok naik harganya. Tapi penjual hanya bisa menjelaskan bahwa itu sudah kebijakan dari pusat. “Informasinya juga sudah disampaikan lewat televisi,” ujar Suryati.

Meski gelombang protes sempat muncul, dia menilai daya beli masyarakat terhadap elpiji 12 kg belum mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, transaksi penjualan masih berjalan normal dalam beberapa hari terakhir.

“Memang ada komplain di awal, tapi lama-lama biasanya juga kembali normal. Sejauh ini, orderan masih berjalan, belum terlihat ada penurunan,” tutur Suryati.

Akan tetapi, dia mengakui kenaikan harga yang baru berlangsung sekitar dua sampai tiga hari terakhir ini belum dapat memastikan dampak jangka panjang ke depannya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Di sisi lain, Suryati menilai kebijakan kenaikan harga tersebut kurang wajar, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang menekan berbagai sektor. Dia pun menyoroti pengguna elpiji 12 kg yang tidak hanya berasal dari kalangan atas, tetapi juga pelaku usaha kecil, seperti laundry dan rumah makan.

Kenaikan harga elpiji yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok lainnya, kata dia, semakin memperberat beban masyarakat. “Kasihan juga, apalagi sembako juga naik semua, plastik-plastik naik, semuanya naik, jadi sulit,” ungkap Suryati. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Piala Dunia, Menit 20 Spanyol Mendapat Penalti, 1-0

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Menit 20 Spany...
Luar Negeri
Dubai Bangun Pelabuhan Baru...
Luar Negeri
Tiongkok Pecat Eks Petinggi...
Luar Negeri
Inggris Sumbang Dana 10 Jut...

Festival Lima Gunung Hadirkan Tari Ujungan yang Amat Memukau

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Festival Lima Gunung Hadirk...
Ekonomi
Harga Khusus BBM Nelayan Di...
Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.