Dari Mental Maraton hingga Empty Glass, Pelajaran Karier untuk Generasi Profesional Baru
📅 Kamis, 18 Jun 2026, 19:08 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Runners World
JAKARTA – Profesional sumber daya manusia (HR) dituntut untuk terus beradaptasi di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Tidak hanya memahami pengelolaan talenta, praktisi HR juga dituntut memiliki perspektif bisnis, kemampuan kepemimpinan, dan pola pikir yang adaptif agar dapat memberikan kontribusi strategis bagi organisasi.
Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam episode ketiga podcast Power Talks yang diselenggarakan Jobstreet by Seek. Dalam diskusi tersebut, praktisi HR Suryo Sasono membagikan sejumlah pelajaran karier dan kepemimpinan yang dinilai relevan bagi profesional muda yang ingin membangun karier jangka panjang.
Suryo, yang berhasil meniti karier hingga posisi strategis di usia relatif muda, menekankan bahwa kesuksesan karier tidak dibangun dalam waktu singkat.
Karier Adalah Maraton, Bukan Sprint
Menurut Suryo, perkembangan karier merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani secara konsisten. Ia menilai pencapaian besar biasanya lahir dari kombinasi disiplin, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Karier itu seperti maraton. Hasil akhirnya mungkin terlihat di permukaan, tetapi yang membentuknya adalah proses panjang, disiplin, dan konsistensi yang sering kali tidak terlihat,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Kamis (18/6).
Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan karier yang berkelanjutan lebih banyak ditentukan oleh kebiasaan positif yang dilakukan secara terus-menerus dibandingkan pencapaian instan.
Pentingnya Pola Pikir Sistematis
Sebaiknya Anda baca juga:
Suryo juga menyoroti manfaat pola pikir engineering dalam menjalankan fungsi HR. Latar belakang teknik yang dimilikinya membantu dalam melihat permasalahan organisasi secara lebih terstruktur dan sistematis.
Pendekatan tersebut memungkinkan proses identifikasi hambatan, analisis akar masalah, hingga perbaikan proses kerja dilakukan secara lebih terukur. Dalam praktiknya, pola pikir seperti ini membantu HR tidak hanya berperan sebagai penyusun kebijakan, tetapi juga sebagai penyedia solusi bagi kebutuhan bisnis.
HR Perlu Memahami Bahasa Bisnis
Pelajaran penting lainnya adalah pentingnya memahami perspektif bisnis. Menurut Suryo, fungsi HR akan memiliki dampak yang lebih besar apabila mampu memahami tujuan organisasi, kebutuhan para pemimpin bisnis, serta tantangan yang dihadapi perusahaan.
Dengan memahami konteks bisnis secara menyeluruh, HR dapat berperan lebih strategis dalam proses pengambilan keputusan dan tidak hanya menjadi fungsi pendukung administratif.
Prinsip Empty Glass dalam Kepemimpinan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!