Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Cilacap: Dua Desa Terdampak Kekeringan pada Awal Musim Kemarau

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 13:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Cilacap: Dua Desa Terdampak Kekeringan pada Awal Musim Kemarau Doc: ANTARA
Ket. Petugas BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan pada awal musim kemarau di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

CILACAP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencatat dua desa mulai terdampak kekeringan pada awal musim kemarau 2026 sehingga memerlukan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

"Kami sudah melakukan pendistribusian air bersih ke dua desa yang terdampak, yakni Desa Kedungbenda di Kecamatan Nusawungu dan Desa Karangkemiri di Kecamatan Jeruklegi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Rabu (17/6).

BPBD bersama unit pelaksana teknis penanggulangan bencana telah menyalurkan total 23.000 liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan tersebut.

Distribusi air bersih di Desa Kedungbenda dilakukan pada 9 Juni 2026 dengan volume 3.000 liter yang disalurkan ke tiga lokasi di RT 1 dan RT 4 RW 3 Dusun Api-Api.

Bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan 40 keluarga atau 120 jiwa yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat berkurangnya ketersediaan air.

Di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, BPBD telah menyalurkan total 20.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

"Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan pada 15 Juni 2026, wilayah Dusun Karangkemiri RT 05 RW 01 mengalami keterbatasan air bersih akibat menurunnya debit sumber air yang selama ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Dari hasil asesmen tersebut, kata dia, tercatat 49 keluarga atau 192 jiwa terdampak kekeringan karena sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan harian masyarakat.

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga harus mencari sumber air dari lokasi yang lebih jauh, sehingga BPBD melakukan distribusi air bersih secara berkala untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Selain menyalurkan bantuan air bersih, BPBD juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, pemantauan perkembangan kondisi sumber air, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penghematan penggunaan air selama musim kemarau.

Ia mengatakan BPBD akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan menyiapkan distribusi bantuan lanjutan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.

"Kami juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau," katanya.

Taryo mengatakan upaya jangka menengah berupa penguatan sarana penyediaan air bersih juga perlu disiapkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman kekeringan pada musim kemarau berikutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Pemerintah Kota Mataram Aja...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.