Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kawasan Tempat Pembuangan Akhir Galuga Alami Kebakaran

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 07:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kawasan Tempat Pembuangan Akhir Galuga Alami Kebakaran Doc: ANTARA
Ket. Kobaran api membakar kawasan TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026) dini hari.

KABUPATEN BOGOR – Kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, berlangsung sejak Senin (07/9) sekitar pukul 16.00 WIB hingga Selasa pagi.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan api berasal dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA Galuga, kemudian merambat hingga ke area pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan.

“Kebakarannya tepatnya bukan di tempat pembuangan sampah, tetapi di area ladang atau lahan pertanian yang lokasinya bersebelahan dengan TPA Galuga,” kata Rudy saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (08/9).

Menurut dia, kondisi api membesar sekitar pukul 00.00 WIB dan menimbulkan asap yang membubung tinggi. Tim gabungan kemudian berupaya mencegah kebakaran merambat ke timbunan sampah yang masih aktif.

Api mulai dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIB, tetapi petugas masih menemukan sejumlah titik api yang harus dipadamkan.

“Pada pukul 03.30 WIB kondisi api mulai terkendali. Hanya ada beberapa titik api yang harus segera kami tuntaskan hari ini,” ujarnya.

Rudy memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Luas area yang terbakar masih dihitung dengan memanfaatkan pemantauan udara menggunakan pesawat nirawak atau drone.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga belum menyimpulkan penyebab kebakaran karena petugas masih memprioritaskan pemadaman agar api tidak menjalar lebih luas.

Upaya pemadaman melibatkan personel Polres Bogor, TNI, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor. Polres Bogor turut mengerahkan kendaraan water cannon ke lokasi.

Petugas menghadapi kendala akses karena titik api berada di bagian belakang kawasan TPA. Sejumlah selang pemadam harus disambungkan hingga mencapai panjang sekitar 400–500 meter sehingga tekanan air berkurang.

Selain melakukan penyiraman, petugas membangun parit pembatas antara lahan pertanian dan area TPA untuk mencegah api merambat ke timbunan sampah aktif.

Rudy menyebut terdapat laporan 12 kejadian kebakaran di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor pada hari yang sama di tengah minimnya curah hujan dan musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

11 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

11 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Daerah
8 Accu Stasiun Pemantau Ana...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.