Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PTPN I Uji Coba Tanam Sorgum 20 Hektare Dukung Bioetanol

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 05:40 WIB | Oleh:
PTPN I Uji Coba Tanam Sorgum 20 Hektare Dukung Bioetanol Doc: antara foto
Ket. Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I mulai mengembangkan komoditas sorgum melalui uji coba penanaman seluas 20 hektare di Lampung untuk mendukung penyediaan bahan baku bioetanol.

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan pengembangan sorgum merupakan bagian dari penugasan yang diterima perusahaan guna mendukung agenda hilirisasi dan transisi energi pemerintah.

"Sementara masih 20 hektare kita coba kembangkan di Lampung. Kita coba pelajari budi dayanya seperti apa, karena PTPN I belum pernah tanam sorgum," katanya dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Senin (15/6) malam.

Selain sorgum, PTPN I juga mendapat penugasan mengembangkan singkong sebagai sumber bahan baku alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung industri bioetanol nasional.

Aris menjelaskan Lampung dipilih sebagai lokasi awal pengembangan karena memiliki potensi lahan yang sesuai serta dekat dengan rencana pengembangan rantai pasok bioetanol.

Menurut dia, perusahaan sengaja memulai dari skala terbatas karena belum memiliki pengalaman panjang dalam budi daya sorgum sehingga perlu mempelajari karakteristik tanaman tersebut.

Tahap awal dilakukan melalui penanaman percobaan seluas 20 hektare guna memperoleh data teknis yang dibutuhkan sebelum memasuki fase pengembangan yang lebih luas.

Melalui uji coba tersebut, perusahaan akan mengevaluasi varietas sorgum yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan industri pengolahan bioetanol.

PTPN I juga akan mempelajari teknik budi daya, produktivitas tanaman, pola pemeliharaan, hingga sistem pascapanen untuk memastikan pengembangan dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.

Aris menilai langkah bertahap diperlukan agar perusahaan tidak menghadapi risiko kegagalan produksi yang dapat menghambat program pemerintah maupun merugikan perusahaan.

Menurut dia, pengembangan komoditas baru harus didasarkan pada pengalaman lapangan dan penguasaan teknologi agar hasil yang diperoleh sesuai harapan.

Jika hasil uji coba menunjukkan kinerja yang baik, perusahaan akan mempertimbangkan pengembangan skala lebih luas sesuai kebutuhan program nasional.

Sorgum dan singkong nantinya diproyeksikan menjadi bahan baku bioetanol yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin dalam program energi terbarukan.

Dengan demikian, pasokan bioetanol tidak hanya bergantung pada tebu, tetapi juga dapat didukung oleh komoditas alternatif yang dikembangkan di berbagai daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.