Generasi Muda Harus Tingkatkan Kewaspadaan Kejahatan Digital
📅 Senin, 15 Jun 2026, 03:08 WIB | Oleh: Tim PenulisMenkomdigi juga mengingatkan bahaya ketergantungan berlebih pada media sosial yang membuat generasi muda semakin enggan berorganisasi dan berinteraksi langsung di dunia nyata. Padahal, organisasi dan komunitas nyata adalah wadah vital untuk membentuk daya kritis, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif.
Meutya Hafid mengatakan generasi muda menjadi elemen yang paling mendominasi dalam menggunakan internet di Indonesia. “Dari 230 juta jiwa yang menggunakan internet, 60 persennya merupakan generasi muda,” ujar Meutya.
Meutya menjelaskan perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, mulai dari perluasan akses informasi, pendidikan, ekonomi, hingga jejaring sosial.
Namun, kata dia, manfaat tersebut dapat berubah menjadi risiko apabila internet tidak digunakan secara bijak oleh generasi muda. Apalagi, kata dia, ruang digital saat ini semakin dipenuhi konten yang mengandung hujatan, kebencian, fitnah, serta informasi tidak benar akibat tidak terlepas dari cara kerja algoritma platfrom digital yang mendorong konten kontrovesial karena lebih banyak menarik perhatian.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jika tidak digunakan dengan bijak, Internet itu pisau bermata dua, banyak manfaatnya dan juga banyak buruknya,” sebut dia.
Oleh karena itu, pihaknya akan memperkuat pemahaman dunia internet guna mencegah generasi muda menjadi sasaran pelaku kejahatan.Ia mengajak generasi muda untuk pro aktif menolak seluruh indikasi kejahatan digital dengan melakukan berbagai upaya termasuk melaporkan pada pihak berwenang.
“Pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks maupun narasi provokatif yang sengaja disebarkan untuk menyesatkan publik,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terpisah, anggota DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati mengingatkan pentingnya upaya untuk memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan karakter, serta nilai moral sebagai upaya menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah perkembangan era digital.
“Sebagai wakil rakyat saya mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai agama, moral, budaya, dan ketahanan keluarga yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat,” katanya di Surabaya, Minggu.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya dugaan aktivitas perilaku menyimpang dalam sebuah grup media sosial di kawasan Surabaya Timur yang menjadi perhatian publik.
Lilik menilai penguatan pendidikan karakter dan akhlak menjadi langkah penting, terutama bagi kalangan generasi muda. Menurut dia, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam menanamkan nilai dan membangun kepribadian anak.
Ia menambahkan, pembentukan karakter generasi penerus membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari orang tua, sekolah, tokoh agama, pemerintah, hingga lingkungan masyarakat. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!