Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog Maluku Dorong Peningkatan Teknologi Pascapanen Petani Pulau Seram dan Buru

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 22:25 WIB | Oleh:
Bulog Maluku Dorong Peningkatan Teknologi Pascapanen Petani Pulau Seram dan Buru Doc: ANTARA/John Soplanit
Ket. Pimpinan Kanwil Bulog Maluku dan Maluku Utara Rudy Senawi Tahir di Ambon.

AMBON - Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mendesak percepatan modernisasi teknologi pascapanen bagi petani padi di Pulau Seram dan Pulau Buru guna mengoptimalkan sirkulasi penyerapan gabah teritorial. 

Pimpinan Kanwil Bulog Maluku dan Maluku Utara Rudy Senawi Tahir di Ambon, Minggu, mengatakan dorongan tersebut muncul setelah pihaknya melakukan monitoring ke sejumlah sentra produksi padi di kedua pulau tersebut.

“Hasil monitoring menunjukkan salah satu kendala utama yang masih dihadapi petani adalah penggunaan mesin pascapanen yang relatif sederhana sehingga memperlambat proses pengolahan gabah menjadi beras di tingkat penggilingan,” katanya.

Menurut dia, keterbatasan teknologi pascapanen berdampak pada efisiensi pengolahan hasil panen dan berpotensi memengaruhi nilai tambah yang diterima petani.

Karena itu, Bulog menilai peningkatan sarana dan teknologi pascapanen menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian guna mendukung produktivitas sektor pertanian di Maluku.

Ia berharap petani dapat memperoleh dukungan alat dan mesin pertanian yang lebih modern sehingga proses pengolahan hasil panen menjadi lebih cepat dan efisien.

“Dengan begitu, hasil panen petani dapat lebih optimal terserap dan memiliki nilai tambah yang lebih baik,” ujar dia.

Rudy menambahkan, hingga saat ini Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Hingga Juni 2026, realisasi penyerapan setara beras di wilayah Maluku dan Maluku Utara telah mencapai hampir 70 persen dari target tahunan sebesar 5.000 ton.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan potensi produksi pangan daerah yang cukup baik dan perlu didukung dengan penguatan infrastruktur serta teknologi pascapanen agar produktivitas petani terus meningkat. 70 persen dari target yang ditetapkan hingga akhir tahun sebesar 5.000 ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Kegiatan Perkemahan untuk P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wamenekraf: Industri Esports Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekraf Nasional

Wamenekraf: Industri Esports Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekraf Nasional

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.