Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imbau kepada Warga Agar Tetap Waspada Terhadap APG Semeru

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 23:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Imbau kepada Warga Agar Tetap Waspada Terhadap APG Semeru Doc: Antara

Lumajang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap luncuran awan panas guguran (APG) Gunung Semeru yang dapat terjadi sewaktu-waktu saat statusnya masih level III (siaga).

"Aktivitas Gunung Semeru sempat disertai awan panas guguran pada Sabtu (13/6) malam menjadi pengingat pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana secara terukur dan tidak berlebihan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, Minggu.

Ia mengatakan hingga saat ini tidak terdapat laporan dampak terhadap masyarakat maupun permukiman akibat aktivitas vulkanik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu dijaga sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

“Kesadaran masyarakat untuk mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan informasi resmi,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan 14 Juni 2026 pukul 12.00–18.00 WIB, aktivitas Gunung Semeru masih terekam melalui sejumlah kegempaan vulkanik, sementara status aktivitas gunung tetap berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi yang tidak berubah.

Isnugroho menjelaskan bahwa setiap informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru selalu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, pemerintah desa, relawan kebencanaan, dan berbagai unsur terkait guna memastikan kondisi di lapangan dapat dipantau secara berkelanjutan.

Selain melakukan pemantauan, lanjut dia, BPBD juga terus memperkuat penyebarluasan informasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, literasi kebencanaan menjadi salah satu modal penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Pemahaman yang baik mengenai potensi risiko, jalur evakuasi, dan langkah-langkah mitigasi akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat ketika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

"Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi PVMBG, antara lain tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sesuai radius yang telah ditetapkan, tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak kawah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru," katanya.

Ia mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Semeru, namun demikian, kewaspadaan tetap perlu dijaga dengan mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

"Melalui penguatan kesiapsiagaan, kepatuhan terhadap rekomendasi kebencanaan, serta pemanfaatan informasi resmi sebagai rujukan utama, diharapkan masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi risiko sekaligus memperkuat budaya tangguh bencana di Kabupaten Lumajang," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.