Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Palangka Raya Perluas Layanan Bank Sampah dengan Gandeng 12 Posyandu

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 18:23 WIB | Oleh:
Palangka Raya Perluas Layanan Bank Sampah dengan Gandeng 12 Posyandu Doc: antara foto
Ket. Bank sampah di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA - Bank Sampah Jekan Mandiri di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperluas jangkauan layanan pengelolaan sampah di daerah itu melalui kerja sama dengan 12 Posyandu yang tersebar di berbagai wilayah setempat.

"Melalui program Bank Sampah Jekan Mandiri Keliling (Basmi) yang melibatkan 12 Posyandu ini, masyarakat dapat memanfaatkan layanan jemput dan tabung sampah lebih dekat dari lingkungan tempat tinggal mereka," kata Direktur Bank Sampah Jekan Mandiri Maria Edi Jati Wirawati di Palangka Raya, Jumat (12/6).

Dia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Posyandu merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan pengelolaan sampah kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah keluarga.

"Program Basmi ini kami hadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi. Warga tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke bank sampah, karena layanan kami hadir langsung di lingkungan masyarakat melalui Posyandu," katanya.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana menabung sampah, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Melalui keterlibatan kader Posyandu dan warga sekitar, Basmi diharapkan mampu membangun budaya pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Maria menjelaskan kehadiran Basmi merupakan inovasi pelayanan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menilai masih banyak sampah rumah tangga yang memiliki nilai jual dan dapat dimanfaatkan kembali apabila dipilah serta dikelola secara tepat.

"Kami mengajak masyarakat mengubah pola pikir bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Adapun jenis sampah yang dapat disetorkan melalui layanan Basmi, antara lain kertas dan kardus, botol plastik, kaleng dan besi, serta minyak jelantah. Sampah yang disetorkan harus dalam kondisi terpilah, bersih, dan kering agar dapat diproses lebih lanjut.

Hasil tabungan sampah masyarakat selanjutnya dapat dikonversikan menjadi berbagai bentuk manfaat, seperti uang tunai, saldo dompet digital, tabungan emas, paket sembako, tabungan pada bank konvensional, hingga dukungan kebutuhan gizi berupa makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil.

Maria berharap kehadiran Basmi di Posyandu dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Palangka Raya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dan menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang nyata dari sampah," kata Maria.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Palangka Raya mengolaborasikan program pengelolaan sampah dengan layanan keuangan melalui integrasi Bank Sampah Keren dan tabungan emas Pegadaian, sebagai upaya mendorong pelestarian lingkungan sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Arbert Tombak mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada para pegiat sampah, pemulung, serta pengelola bank sampah untuk menabung hasil pengelolaan sampah dalam bentuk tabungan emas yang aman dan berkelanjutan.

“Dalam hal ini, melalui program Bank Sampah Keren yang terintegrasi dengan tabungan emas di Pegadaian. Hasil pengelolaan sampah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen tabungan jangka panjang,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Polda Jatim Dalami Motif Pe...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.