Sport Tourism Bisa Jadi Motor Penggerak Ekosistem Ekraf
📅 Rabu, 11 Mar 2026, 15:40 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Sport tourism atau pariwisata olahraga merupakan segmen strategis dalam industri pariwisata yang menggabungkan aktivitas rekreasi, kompetisi, dan pengalaman wisata.
Sport tourism memiliki potensi ganda: selain mendorong kunjungan wisatawan, sektor ini juga dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan akomodasi, transportasi, dan layanan pendukung, serta membuka peluang sponsorship dan investasi infrastruktur olahraga.
Selain aspek ekonomi, sport tourism berperan dalam membangun citra destinasi sebagai lokasi yang dinamis dan sehat, sekaligus memperkuat branding nasional di kancah internasional.
Keberhasilan sport tourism juga bergantung pada kualitas fasilitas, kesiapan SDM, keamanan, dan promosi yang efektif, sehingga destinasi yang mampu mengelola event olahraga skala nasional maupun internasional berpotensi meningkatkan daya tarik wisata dan memperluas dampak ekonomi berkelanjutan bagi komunitas lokal.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penyelenggaraan kegiatan olahraga lari oleh komunitas berskala nasional dapat memiliki dampak luas terhadap penguatan ekosistem ekonomi kreatif terutama di daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kehadiran ribuan pelari dan wisatawan membuka peluang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif mulai dari kuliner, fesyen, musik, hingga konten digital untuk berkembang sekaligus memperluas pasar,” ujar Riefky dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/3).
Riefky mengapresiasi pihak swasta yang akan menggelar perhelatan lari "half maraton" di kota Malang, Jawa Timur. Menurut Riefky kegiatan ini bisa menjadi platform pariwisata olahraga atau sport tourism sekaligus penggerak ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan yang dimulai dari daerah.
Kegiatan ini juga memiliki multiplier effect yang besar bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di Kota Malang dan Malang Raya. Lebih lanjut, Menteri Ekraf menekankan, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai kota kreatif yang mampu menghubungkan olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kota ini bahkan telah menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network, yang menunjukkan kuatnya ekosistem kreativitas dan inovasi di daerah tersebut.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir turut menilai bahwa perkembangan kegiatan lari di Indonesia menunjukkan potensi besar bagi pengembangan pariwisata olahraga dan industri olahraga nasional.
Menurutnya, kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem tersebut.
“Pariwisata olahraga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar secara global. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor privat menjadi penting agar ekosistem olahraga dan pariwisata di Indonesia dapat terus berkembang,” ujarnya.
Dengan melibatkan berbagai komunitas dan pelaku kreatif, Malang Half Marathon 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga panggung bagi ekonomi kreatif daerah untuk tumbuh sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata dan kreativitas Malang kepada masyarakat nasional maupun global.
Penyelenggara Malang Half Marathon, Gilang Widhia Pramana menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat Running for Passion yang tidak hanya mempromosikan olahraga lari, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat serta pertumbuhan ekonomi kreatif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!