Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Benuang Laki di Hutan Kahung Kalsel Jadi Perbincangan, Pohon Unik Ini Bikin Pengunjung Penasaran.

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 14:52 WIB | Oleh:

Pariwisata berbasis pelestarian warisan geologi

Setelah diakui dunia sebagai UNESCO Global Geopark pada 2025, kawasan Geopark Meratus terus dibenahi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Fokus pemerintah daerah adalah meningkatkan infrastruktur pariwisata demi kenyamanan pengunjung tanpa mengesampingkan upaya pelestarian alam. Penguatan pengelolaan geosite juga terus dilakukan, termasuk melalui penyelarasan berbagai program yang berbasis pada pelestarian warisan geologi.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menekankan pentingnya penyelarasan program kerja antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menjaga sekaligus mengembangkan situs-situs Geopark Meratus.

"Sinergi ini penting untuk memastikan standar kualitas kawasan pariwisata berkelas dunia ini benar-benar diterapkan dan terjaga," katanya.

Kota Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan diplot sebagai pusat informasi Geopark Meratus yang akan mengarahkan pengunjung ke berbagai geosite pegunungan maupun destinasi budaya terdekat.

Geopark Meratus, yang menyimpan jejak sejarah pembentukan bumi sejak sekitar 200 juta tahun lalu, memiliki luas sekitar 3.645 kilometer persegi. Kawasan ini terdiri atas 54 situs utama yang mencakup aspek geologi, biologi, dan budaya.

Wilayahnya membentang di enam daerah, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Hingga saat ini, Geopark Meratus menjadi satu dari 12 geopark di Indonesia yang diakui UNESCO. Secara global, UNESCO mencatat terdapat 229 geopark yang tersebar di 50 negara.

Pemerintah daerah optimistis Geopark Meratus akan semakin berkembang sebagai destinasi wisata edukatif yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan sejarah dan tradisi kepada generasi muda agar identitas leluhur tetap terjaga dan tidak tercabut dari akar budayanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Singkawang Gencarkan Pencegahan Stunting

35 menit yang lalu | Sriyono

Daerah
Singkawang Gencarkan Penceg...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

12 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.