Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Konflik AS–Iran Kembali Guncang Pasar Keuangan Global

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Konflik AS–Iran Kembali Guncang Pasar Keuangan Global Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi-Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran mencerminkan meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan global.

Ketegangan geopolitik ini mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS, sehingga meningkatkan permintaan dolar dan memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain faktor eksternal tersebut, kenaikan harga energi akibat gangguan pasokan global juga berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan memicu inflasi impor.

Dalam kondisi ini, stabilitas rupiah sangat bergantung pada respons kebijakan moneter, intervensi pasar, serta kemampuan menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (11/6) sore melemah 45 poin atau 0,25 persen menjadi Rp17.989 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.944 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah disebabkan eskalasi konflik AS-zionis Israel dengan Iran meningkat.

"Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi dari faktor global risiko geopolitik meningkatnya eskalasi konflik AS Israel dan Iran terbaru," ucapnya di Jakarta.

Mengutip Anadolu, wilayah Iran selatan menjadi sasaran rangkaian serangan terbaru Amerika Serikat, dengan dentuman dan serangan udara dilaporkan terjadi di kawasan Kargan, Kota Minab.

Ledakan juga terdengar di Bandar Abbas, sementara media Iran melaporkan dentuman dan sistem pertahanan udara aktif di wilayah Jask, Qeshm, dan Sirik di Provinsi Hormozgan.

Perkembangan tersebut terjadi menyusul pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) bahwa pasukan AS telah melancarkan serangkaian serangan "membela diri" tambahan terhadap sejumlah sasaran di Iran.

CENTCOM mengatakan, serangan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi langsung dari Presiden AS Donald Trump untuk merespons apa yang mereka sebut "agresi yang terus berlanjut" dari Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan 18 titik aset militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan di tengah ketegangan kawasan yang kembali mengalami eskalasi.

IRGC menyatakan target-targetnya tersebut antara lain pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait serta pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain.

Sentimen lain berasal dari menurunnya minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah dan menuntut kenaikan tingkat yield yang lebih tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Grup Musik Death Thrash Unt...
Luar Negeri
NASA Umumkan Nama Awak untu...

PT KAI Luncurkan Platform Space Digital

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Luncurkan Platform S...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Anda Bersama Keluarga Akan ke Jakarta Fair Kemayoran 2026? Ini Tiga Rute yang Disiapkan Transjakarta!

Anda Bersama Keluarga Akan ke Jakarta Fair Kemayoran 2026? Ini Tiga Rute yang Disiapkan Transjakarta!

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.