Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB: Jumlah Pengungsi Turun Menjadi 118 Juta Orang, Pertama Kalinya dalam Satu Dekade

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 12:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

Konflik di Iran dan Lebanon telah mendorong banyak pengungsi yang ditampung di sana untuk kembali ke negara asal mereka sejak awal tahun, seringkali dalam keadaan yang tidak menguntungkan, termasuk ke Suriah dan Afghanistan.

Pemukiman Kembali 

Sementara itu, badan pengungsi PBB menyuarakan keprihatinan atas menyempitnya ruang untuk pemukiman kembali pengungsi tahun lalu, memperkirakan bahwa jumlah pengungsi yang perlu dimukimkan kembali di negara ketiga mencapai 2,9 juta.

Jumlah lokasi relokasi telah mencapai 188.800 pada tahun 2024 -- level tertinggi dalam empat dekade terakhir.

Namun tahun lalu, jumlahnya berkurang lebih dari setengahnya menjadi hanya 81.800, menurut laporan tersebut, yang secara khusus menunjuk pada penurunan tajam dalam jumlah yang diterima oleh Amerika Serikat.

"Kesenjangan antara wilayah dan kebutuhan sangat besar dan terus melebar," lembaga tersebut memperingatkan.

Salih, mantan presiden Irak yang pernah menjadi pengungsi, juga memperingatkan bahwa pengungsian paksa semakin berlarut-larut, seringkali berlangsung bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.

"Saat ini, 70 persen pengungsi hidup dalam situasi berkepanjangan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hal ini tidak berkelanjutan, dan menyerukan kepada negara-negara untuk mendukung inisiatif baru yang bertujuan untuk mengangkat jutaan orang keluar dari pengungsian jangka panjang dan ketergantungan pada bantuan kemanusiaan.

"Bantuan kemanusiaan dirancang untuk keadaan darurat. Bantuan itu tidak pernah dimaksudkan untuk menopang kehidupan generasi demi generasi tanpa batas waktu," katanya.

Inisiatif baru ini, katanya, bertujuan untuk mengurangi separuh jumlah pengungsi yang mengalami pengungsian jangka panjang dalam dekade mendatang dengan mengembangkan peluang untuk kepulangan sukarela, pemukiman kembali, dan visa kemanusiaan.

Ia menyuarakan harapan negara-negara akan ikut serta, dan "ada jalan menuju situasi yang lebih berkelanjutan".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Dony Oskaria Paparkan Langkah Sistematis Restrukturisasi BUMN

28 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Dony Oskaria Paparkan Langk...
Ekonomi
Terminal Kijing Resmi Layan...
Luar Negeri
Trump Sebut Pejabat Tinggi ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Buka Akses Global untuk Santri, Gubernur Khofifah Luncurkan Beasiswa LPPD Jatim 2026

Buka Akses Global untuk Santri, Gubernur Khofifah Luncurkan Beasiswa LPPD Jatim 2026

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.