Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemdiktisaintek Dorong Kampus Tingkatkan Daya Tarik Lewat Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 13:23 WIB | Oleh:
Kemdiktisaintek Dorong Kampus Tingkatkan Daya Tarik Lewat Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang Doc: antara foto
Ket. Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdiktisaintek Mukhamad Najib

YOGYAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi di Indonesia, khususnya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), meningkatkan daya tarik pendidikan nasional guna mendatangkan lebih banyak mahasiswa internasional melalui Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Beasiswa KNB yang diharapkan menjadi katalisator untuk memperkenalkan kualitas pendidikan Indonesia, sekaligus memperkuat internasionalisasi kampus.

Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdiktisaintek Mukhamad Najib mengatakan pendidikan tinggi merupakan instrumen strategis untuk menarik mahasiswa asing, seperti keberhasilan Australia dan Malaysia yang mampu mendatangkan ratusan ribu mahasiswa internasional meski porsi beasiswa pemerintah di sana tidak mendominasi.

"Negara-negara seperti Australia dan Malaysia mampu menarik mahasiswa internasional dalam jumlah besar secara mandiri. Suatu saat kita ingin hal itu juga terjadi di Indonesia," ujar Najib dalam Rapat Pleno Seleksi Beasiswa KNB Tahun 2026 yang digelar di UMY secara daring di Yogyakarta, Kamis (11/6).

Ia menegaskan beasiswa KNB harus dipandang sebagai pemantik atau langkah awal untuk menumbuhkan minat mahasiswa asing melanjutkan studi di Indonesia. Pengalaman positif yang dirasakan para penerima beasiswa diharapkan mampu menjadi promosi efektif bagi negara asal mereka.

Terkait pelaksanaan seleksi tahun ini, Najib mengakui ada peningkatan jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi, sementara ketersediaan anggaran tetap. Kondisi ini membuat kuota penerima beasiswa menyesuaikan dengan alokasi yang ada.

Namun demikian ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak terletak pada kuantitas penerima, melainkan pada kualitas layanan akademik dan non-akademik. Menurutnya, kualitas pelayanan yang prima akan memberikan kesan mendalam bagi mahasiswa asing.

"Berapa pun jumlah mahasiswa internasional yang kita kelola, kualitas pelayanannya harus tetap prima. Mahasiswa yang dikelola dengan baik akan menjadi duta yang efektif untuk memperbanyak jumlah mahasiswa asing di kampus kita," ucap Najib.

Selain aspek pendidikan, beasiswa KNB juga dinilai memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara sahabat. Oleh karena itu perguruan tinggi diimbau memberikan pengalaman terbaik agar para mahasiswa asing membawa citra positif tentang Indonesia saat kembali ke negara asal.

"KNB adalah bagian penting dalam menjaga diplomasi dengan negara sahabat. Mohon dihadirkan pengalaman terbaik bagi mereka, sehingga pesan yang mereka bawa pulang adalah pesan-pesan kebaikan tentang Indonesia," kata Direktur Kelembagaan Ditjen DIkti Kemdiktisaintek Mukhamad Najib.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Buka Akses Global untuk Santri, Gubernur Khofifah Luncurkan Beasiswa LPPD Jatim 2026

Buka Akses Global untuk Santri, Gubernur Khofifah Luncurkan Beasiswa LPPD Jatim 2026

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.