Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Dorong Reformasi UU Kekaisaran: Akankah Wanita Bisa Naik Takhta?

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 15:27 WIB | Oleh:
Jepang Dorong Reformasi UU Kekaisaran: Akankah Wanita Bisa Naik Takhta? Doc: AFP

ISTANBUL - Parlemen Jepang, Rabu (10/6), menyepakati sebuah usulan untuk merevisi Undang-Undang Keluarga Kekaisaran, yang menjadi langkah maju dalam upaya menstabilkan jumlah anggota keluarga kekaisaran yang terus menyusut serta membuka jalan bagi pengesahan legislasi sebelum masa sidang parlemen saat ini berakhir bulan depan.

Menurut laporan Kyodo, usulan yang disusun pimpinan kedua kamar parlemen tersebut akan memungkinkan anggota perempuan keluarga kekaisaran tetap mempertahankan status kekaisaran mereka setelah menikah dengan warga biasa.

Selain itu, usulan tersebut juga mengizinkan adopsi laki-laki yang merupakan keturunan garis ayah dari 11 cabang keluarga kekaisaran terdahulu.

Berdasarkan undang-undang yang diberlakukan pascaperang pada 1947, hanya laki-laki yang berasal dari garis keturunan ayah yang berhak mewarisi takhta.

Sementara itu, perempuan kehilangan status kekaisarannya setelah menikah. Ketentuan tersebut menyebabkan garis suksesi takhta menyusut secara signifikan.

Kaisar Jepang saat ini adalah Naruhito yang berusia 66 tahun dan naik takhta setelah ayahnya turun takhta pada 2019.

Saat ini, pewaris takhta yang tersisa hanya Putra Mahkota Fumihito yang berusia 60 tahun, putranya Hisahito yang berusia 19 tahun, serta Pangeran Hitachi yang berusia 90 tahun.

Meski mendapat dukungan luas dari masyarakat, usulan tersebut tidak membahas kemungkinan perempuan menjadi kaisar.

Survei terbaru Kyodo menunjukkan bahwa 83 persen responden mendukung pemberian hak bagi perempuan untuk naik takhta.

Rencana revisi tersebut akan disampaikan kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Setelah itu, para pejabat pemerintah diperkirakan mulai menyusun rancangan revisi undang-undang berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai di parlemen.

Para pendukung menilai perubahan tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan keluarga kekaisaran Jepang. Namun, para pengkritik berpendapat bahwa langkah itu belum cukup untuk menyelesaikan tantangan jangka panjang terkait suksesi takhta Krisan, sebutan bagi monarki Jepang. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

36 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.