Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Infantino Hadapi Sorotan Menjelang Piala Dunia, Isu Tiket Mahal hingga Kebijakan Imigrasi AS Jadi Pertanyaan

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 00:07 WIB | Oleh:
Infantino Hadapi Sorotan Menjelang Piala Dunia, Isu Tiket Mahal hingga Kebijakan Imigrasi AS Jadi Pertanyaan Doc: AFP
Ket. Gianni Infantino.

MEXICO CITY, MEKSIKO – Presiden FIFA Gianni Infantino akan menghadapi sesi tanya jawab dengan media pada hari Kamis (11/6), sehari sebelum Piala Dunia dimulai. Namun, jelang pesta sepak bola terbesar dunia itu, sejumlah persoalan di luar lapangan terus membayangi persiapan turnamen.

Infantino diperkirakan akan mendapat pertanyaan tajam terkait harga tiket yang melonjak tinggi serta kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang membuat sejumlah pihak, termasuk wasit, suporter, dan anggota tim, gagal memasuki negara tuan rumah bersama.

Pemimpin badan sepak bola dunia tersebut akan menggelar konferensi pers yang jarang dilakukan di Mexico City. Kota itu menjadi lokasi pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca pada hari Jumat pagi WIB.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan format baru 48 tim. Turnamen ini digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Namun, keputusan otoritas imigrasi AS yang menolak masuk wasit asal Somalia, Omar Artan, menimbulkan kekhawatiran bahwa kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump dapat meninggalkan dampak besar terhadap ajang tersebut.

Artan menyebut mimpinya untuk tampil di Piala Dunia telah direnggut setelah ia dipulangkan dari perbatasan Amerika Serikat.

“Saya sangat, sangat kecewa. Saya hanya seorang wasit yang mencoba mewujudkan mimpi terbesar dalam hidup saya, yaitu datang ke Piala Dunia,” kata Artan kepada The New York Times.

Artan yang terpilih sebagai Wasit Pria Terbaik Tahun 2025 versi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) seharusnya menjadi wasit pertama asal Somalia yang memimpin pertandingan Piala Dunia.

Ia mengaku menjalani pemeriksaan selama 11 jam bersama petugas perbatasan di Bandara Internasional Miami sebelum ditahan beberapa jam di ruang penampungan dan akhirnya dipulangkan ke Turki.

“Saya memiliki dokumen yang benar. Saya memiliki visa yang sah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut juga diperkuat penasihat pemerintah Somalia kepada AFP. Namun seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menyatakan Artan “memiliki keterkaitan dengan individu yang diduga anggota organisasi teroris”, sehingga tidak memenuhi syarat untuk memasuki Amerika Serikat.

Artan kemudian kembali ke Somalia dan mendapat sambutan besar di Mogadishu. Ia berjanji akan kembali tampil di Piala Dunia 2030.

“Saya akan berada di Piala Dunia berikutnya dan terus membuat Somalia bangga. Apa pun yang terjadi, saya tidak akan menyerah,” kata Artan di hadapan lebih dari 100 pendukung dan wartawan.

Selain isu imigrasi, kekhawatiran juga muncul terkait potensi gangguan keamanan pada pertandingan pembuka di Mexico City.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Sawah terdampak kekeringan ...
Luar Negeri
Tiongkok Uji Terbang Protot...
Luar Negeri
Mengenal "Ukraine Kill Zone...

Produksi rumput laut di Nunukan

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi rumput laut di Nun...
Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

25 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.