Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata Terancam

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata Terancam Doc: AFP/SAUL LOEB
Ket. Presiden AS Donald Trump

Washington – Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat aksi saling serang di sejumlah wilayah Timur Tengah pada Rabu (10/6), meningkatkan ketegangan di tengah gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar dua bulan serta memunculkan keraguan terhadap upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik.

Ketegangan terbaru terjadi setelah militer AS melancarkan operasi terhadap sejumlah target Iran di sekitar Selat Hormuz. Sebagai respons, Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Dilansir dari The Straits Times, Peristiwa ini menjadi salah satu eskalasi terbesar sejak kedua negara menyepakati gencatan senjata pada April lalu. Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter Apache milik AS di dekat Selat Hormuz pada 9 Juni.

"Saya percaya respons yang diberikan harus sangat kuat, sangat tegas, dan itulah yang kami lakukan kali ini," kata Trump.

Meningkatnya ketegangan menambah tantangan bagi upaya diplomatik yang tengah berlangsung untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari. Konflik tersebut telah berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur penting perdagangan energi dunia.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa perkembangan terbaru berpotensi mempersulit proses diplomasi yang sedang berjalan.

"Sayangnya, AS merusak proses diplomatik ini melalui pesan-pesan yang saling bertentangan, perubahan posisi dan tuntutan yang berulang, serta yang paling buruk melalui pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.

"Setiap proses diplomatik akan rusak akibat penggunaan kekuatan dan tindakan yang melanggar hukum di lapangan," tambahnya.

Menurut militer AS, operasi terbaru menargetkan sistem pertahanan udara, pusat kendali darat, dan radar pengawasan milik Iran. Operasi tersebut berlangsung sekitar empat jam sebelum Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan berakhirnya misi tersebut.

Seorang pejabat AS mengatakan hampir 20 target menjadi sasaran dalam operasi itu.

Media Iran melaporkan Pulau Qeshm dan Kota Sirik di kawasan Selat Hormuz menjadi lokasi yang terdampak serangan. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Bandar Abbas dan wilayah dekat Jask.

Media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut turut berdampak pada infrastruktur air di Sirik sehingga ribuan warga mengalami gangguan akses air bersih.

"Sayangnya, setelah serangan ini, 20.000 warga kehilangan akses terhadap air minum yang aman. Dengan suhu antara 45 hingga 50 derajat Celsius, kondisi menjadi sangat sulit dan kritis bagi penduduk setempat," kata pejabat perusahaan air setempat yang dikutip televisi pemerintah Iran.

Fasilitas Militer

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Seribu Badan Publik Disasar Ikut Monev

32 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Seribu Badan Publik Disasar...

Park&Ride Bakal Dikembangkan Jadi TOD

48 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Park&Ride Bakal Dikembangka...
Megapolitan
Jauhkan Dunia Pendidikan da...
Luar Negeri
Permukaan Laut Naik Makin C...

Trump Mengatakan Akan Menyerang Iran dengan 'Sangat Keras'

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Mengatakan Akan Menye...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.