Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proliga 2026: Bhayangkara Presisi Masih Terlalu Tangguh bagi Garuda Jaya

📅 Minggu, 15 Feb 2026, 06:14 WIB | Oleh:
Proliga 2026: Bhayangkara Presisi Masih Terlalu Tangguh bagi Garuda Jaya Doc: PBVSI
Ket. Ilustrasi pertandingan Proliga 2026, Jakarta Bhayangkara Presisi kontra Jakarta Garuda Jaya di GOR Utama Bojonegoro, Sabtu (14/2).

BOJONEGORO – Juara bertahan putra Jakarta Bhayangkara Presisi masih terlalu tangguh bagi Jakarta Garuda Jaya, dalam lanjutan putaran kedua Proliga 2026 yang berlangsung di GOR Utama Bojonegoro, Sabtu (14/2).

Pada laga penutup hari ketiga seri ketiga putaran kedua ini, Bhayangkara membungkam Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-19, 25-16).

Kemenangan ini terasa spesial karena Bhayangkara Presisi tampil dengan rotasi besar-besaran, sementara Garuda Jaya turun dengan kekuatan penuh.

​​Meskipun mengistirahatkan pilar utama, Bhayangkara Presisi yang mengandalkan Alvin Daniel, Rizal, Arjuna, Kevin, Zakhid, dan Abhinaya langsung tancap gas.

Sebaliknya, Garuda Jaya yang menurunkan skuad terbaik seperti Dawuda, Haikal, Bagas, Timofei Sokolov, Fauzan Nibras, dan Kristoforus, justru tampak tertekan sejak awal.

​Alvin Daniel dkk mendominasi perolehan angka hingga kedudukan 18-14. Meski anak asuh Nur Widayanto berusaha memperkecil ketertinggalan, Bhayangkara Presisi tetap tenang dan memimpin 21-15 di fase kritis. Set pertama akhirnya dikunci tim pelapis Presisi dengan skor 25-17.

​​Memasuki set kedua, Jakarta Garuda Jaya mencoba bangkit dan mengambil inisiatif serangan. Duel sempat berlangsung ketat di awal set dengan keunggulan tipis Garuda Jaya 8-7. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama.

​Tekanan konstan dari Alvin Daniel mampu membalikkan keadaan menjadi 13-10. Melalui aksi Agustino dan Fauzan Nibras, Garuda Jaya mencoba memberikan perlawanan hingga skor 14-16 di pertengahan set. Ketangguhan pertahanan Bhayangkara Presisi dalam menahan bola-bola sulit membuat mereka tetap unggul 23-18, sebelum akhirnya menutup set kedua dengan 25-19.

​Set ketiga, pelatih Reidel Toiran tetap mempertahankan komposisi pemain pelapis. Pertandingan sempat memanas saat kedua tim saling kejar angka dari 10-10 hingga 12-12. Garuda Jaya bahkan sempat mencicipi keunggulan 10-8.

​Namun, Bhayangkara Presisi kembali ke "setelan awal" dengan serangan yang lebih terorganisir, membuat mereka melesat 18-14. Meski para pemain muda Garuda Jaya pantang menyerah, kematangan Alvin Daniel dkk tak terbendung. Pertandingan berakhir dengan skor 25-16 untuk kemenangan mutlak Jakarta Bhayangkara

​Keputusan Reidel Toiran menurunkan pemain cadangan terbukti efektif untuk menjaga kebugaran tim utama sekaligus memberikan jam terbang. Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya yang dihuni talenta muda masa depan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam menjaga konsistensi saat menghadapi tekanan mental dari tim papan atas.

Usai laga pelatih Garuda, Jaya Nur Widayanto mengakui pemainnya tidak stabil, "Pemain kami terdiri dari pemain-pemain muda, dan selalu tidak stabil," ucapnya.

Salah satu pemain Garuda Jaya Fauzan Nibras mengakui, timnya bermain tidak stabil, "Ya itulah kami, semua pemain mudah yang kadang bermain tidak stabil," kata Nibras.

Sementara itu pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran mengakui, meski menurunkan skuad pelapis masih bisa bermain baik, "Kami sudah mempersiapkan tim ini sejak lama. Dan kemenangan hari ini cukup wajar," kata Toiran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.