Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Setujui Hilirisasi Kelapa dan Ubi Kayu di Maluku

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh:
Mentan Setujui Hilirisasi Kelapa dan Ubi Kayu di Maluku Doc: antara foto
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

AMBON - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyetujui pengembangan hilirisasi komoditas kelapa dan ubi kayu di Maluku untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di daerah itu.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Selasa (9/6), mengatakan persetujuan tersebut diperoleh dalam pertemuannya dengan Menteri Pertanian dan jajaran Kementerian Pertanian di Jakarta.

"Pak Menteri menyetujui pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi kelapa di Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, dan Maluku Barat Daya. Ini merupakan langkah strategis karena kelapa merupakan komoditas yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki potensi ekonomi yang besar," kata Hendrik.

Menurut dia, program hilirisasi kelapa di empat kabupaten tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Ia menjelaskan selama ini sebagian besar hasil pertanian masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang diperoleh masyarakat belum optimal.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya menjual hasil produksi dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar melalui proses pengolahan. Dengan hilirisasi, nilai tambah komoditas dapat dinikmati masyarakat dan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.

Selain kelapa, Pemerintah Provinsi Maluku juga mengajukan pengembangan hilirisasi ubi kayu di Kabupaten Buru Selatan yang dirancang secara terintegrasi mulai dari budidaya hingga industri pengolahan.

"Daerah tersebut memiliki lahan yang sangat potensial untuk pengembangan perkebunan ubi kayu dalam skala besar yang nantinya terintegrasi dengan industri pengolahan," kata dia.

Ia mengatakan program tersebut diarahkan untuk menghasilkan produk turunan bernilai tambah seperti beras ubi kayu dan etanol yang mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

"Hasil akhir yang ingin kami capai adalah produksi beras ubi kayu dan etanol. Program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional," katanya.

Menurut Hendrik, Menteri Pertanian merespons positif usulan Pemerintah Provinsi Maluku, termasuk menyetujui sejumlah kebutuhan alat dan mesin pertanian untuk mendukung pelaksanaan program hilirisasi.

"Beberapa usulan terkait kebutuhan alat dan mesin pertanian bahkan langsung diputuskan oleh Bapak Menteri Pertanian untuk direalisasikan. Ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap pembangunan pertanian di Maluku," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Maluku juga membuka peluang kerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN), sektor swasta, dan investor guna memperkuat ekosistem hilirisasi pertanian di daerah.

Menurut Hendrik, kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendorong peningkatan produksi, penciptaan nilai tambah, pembukaan lapangan kerja, serta percepatan pengurangan kemiskinan di Maluku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.