Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada El Nino, BMKG Ingatkan Warga Jabar dalam Sepekan ke Depan Intensitas Curah Hujan Akan Berkurang

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 17:45 WIB | Oleh:
Waspada El Nino, BMKG Ingatkan Warga Jabar dalam Sepekan ke Depan Intensitas Curah Hujan Akan Berkurang Doc: ANTARA/Ilham Nugraha
Ket. Salah satu lahan pertanian palawija yang berada di kawasan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

KOTA BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprediksi fenomena El Nino masih berpotensi mengurangi intensitas curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat (Jabar) dalam sepekan ke depan dari 9 hingga 15 Juni 2026.

Kepala BMKG Bandung Edi Wibowo mengatakan berdasarkan analisis iklim global terkini, fenomena El Nino yang ditunjukkan oleh indeks Niño 3.4 sebesar +0,69 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -18,9 masih memberikan pengaruh terhadap pola curah hujan di Jawa Barat.

“Fenomena El Nino masih berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Sementara itu pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) terhadap wilayah Indonesia diprakirakan tidak signifikan dalam sepekan ke depan,” kata Edi di Bandung, Selasa (9/6).

Meski demikian BMKG menyebut potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal, terutama pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Selain itu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal dengan durasi relatif singkat.

Edi mengatakan pihaknya juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada masa peralihan musim seperti saat ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, seperti hujan lebat, angin kencang, dan sambaran petir.

Menurut dia, upaya mitigasi sederhana dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana, antara lain tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat budaya gotong royong dalam penataan lingkungan.

“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi risiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya,” kata Edi.

BMKG menegaskan meskipun tren curah hujan di Jawa Barat cenderung menurun akibat pengaruh El Nino, potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang masih perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.