Sidak Shelter P4MI Batam, Menteri P2MI Temukan Calon Pekerja Migran Tertipu Calo
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 22:19 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
BATAM-- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan kunjungan kerja ke Shelter Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Batam di Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Kepulauan Riau, Selasa (9/6)
Kunjungan Menteri Mukhtarudin ini dilakukan guna memastikan standardisasi fasilitas, pemenuhan hak kelayakan hidup, serta kualitas pelayanan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Namun, dalam peninjauan tersebut, Menteri P2MI justru menemukan praktik pelik pengoperasian sindikat perdagangan orang dan penipuan yang menyasar para pencari kerja daerah.
CPMI Surabaya Ditipu Belasan Juta
Di tengah dialog langsung dengan para Calon Pekerja Migran, Mukhtarudin menerima aduan dari sejumlah calon pekerja asal Surabaya, Jawa Timur. Mereka terdampar di Batam setelah menjadi korban penipuan oleh oknum calo (agen ilegal) yang menjanjikan proses keberangkatan instan. Alih-alih diberangkatkan, para korban justru diperas hingga mengalami kerugian materiil yang masif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Merespons laporan konkret tersebut, Menteri Mukhtarudin langsung mengeluarkan instruksi tegas dan memerintahkan jajaran penegak hukum serta Satgas P2MI untuk memburu para pelaku.
"Cari calo-calo itu! Saya perintahkan kejar sampai dapat, mereka harus bertanggung jawab mengembalikan uang warga kita. Ada yang ditipu hingga Rp12 juta lebih per orang. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran administratif, ini murni tindak pidana penipuan. Kasihan warga kita, niatnya mencari nafkah malah ditipu-tipu di negeri sendiri. Kita harus pidanakan untuk efek jera!" tegas Mukhtarudin.
Selain menyoroti kasus hukum penipuan, Menteri Mukhtarudin juga memberikan pengarahan substantif kepada para Calon Pekerja Migran yang sedang menjalani tahapan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP). Mayoritas dari mereka dikabarkan akan segera bertolak menuju negara penempatan dalam beberapa hari ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam arahannya, Menteri Mukhtarudin menekankan pentingnya mentalitas adaptif, kepatuhan hukum, dan peningkatan kapasitas diri bagi para pekerja migran melalui sejumlah poin krusial.
Mukhtarudin mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri menuntut ketahanan mental yang kuat, sehingga saat berada di negara penempatan, para pekerja harus segera menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya yang baru, tanpa memutus komunikasi berkala dengan keluarga di tanah air.
Selain adaptasi, kepatuhan terhadap koridor kontrak kerja yang telah ditandatangani juga menjadi sorotan, pekerja diimbau untuk tidak bertindak impulsif atau kabur dari tempat kerja resmi hanya karena merasa kaget di awal masa penempatan, yang justru berisiko mengubah status mereka menjadi pekerja ilegal.
"Jika satu dua hari di tempat kerja, kalian harus sesuaikan, komunikasi dengan keluarga tetap jalan. Jangan baru dua minggu kerja, tiba tiba kabur. Intinya sesuai kontrak kerja," beber Mukhtarudin.
Di sisi lain, melihat mayoritas Calon Pekerja Migran saat ini didominasi oleh lulusan setingkat SMA, pemerintah telah menyiapkan program strategis berupa fasilitas kuliah daring melalui Universitas Terbuka (UT) agar mereka bisa bekerja sambil meningkatkan skill dan daya tawar di kancah global.
"Sehingga sepulang ke Indonesia nanti mereka tidak hanya membawa modal materi tetapi juga gelar sarjana," ujar Mukhtarudin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!