Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menperin Tegaskan Industri Kerajinan Jadi Pilar Strategis Ekonomi

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 20:15 WIB | Oleh:
Menperin Tegaskan Industri Kerajinan Jadi Pilar Strategis Ekonomi Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sektor industri kerajinan merupakan pilar strategis pertumbuhan ekonomi nasional. Agus menyebut komoditas ini memiliki daya saing tinggi untuk menembus pasar global secara berkelanjutan.

“Penguatan industri kerajinan berbasis kearifan lokal merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku. Kami menargetkan terciptanya nilai tambah yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata,” ujar Agus di Jakarta, Kamis (30/4).

Nilai ekspor produk kerajinan nasional pada tahun 2025 tercatat mencapai angka 806,63 juta dollar Amerika Serikat. Capaian tersebut mengalami kenaikan sebesar 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menyampaikan Kementerian Perindustrian konsisten meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Emmy menjelaskan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) menyasar Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Kami telah menerapkan konsep one stop service untuk sektor kerajinan dan batik. Layanan yang diberikan berbagai layanan sertifikasi,” kata Emmy.

Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) di Yogyakarta menjadi pusat layanan utama. Unit tersebut menerapkan konsep layanan satu pintu bagi seluruh pengrajin batik nasional.

Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB), Zya Labiba, menjelaskan ragam pelatihan teknis. Zya menyebut program pembinaan meliputi kriya anyaman serat alam, ukir kayu, bambu, hingga perhiasan logam.

Lembaga ini telah menempa sebanyak 11.939 tenaga kerja industri dalam periode satu dekade terakhir di Indonesia. Zya menegaskan angka partisipasi tersebut merupakan buah sinergi kuat antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Dengan jangkauan nasional, dalam satu dekade terakhir BBSPJIKB telah melatih sekitar 11.939 SDM industri di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” ucap Zya.

Program pendampingan pada April 2026 telah mencakup wilayah Kutai Timur, Kendal, Ponorogo, hingga Manokwari di Papua Barat. Kolaborasi lintas sektor melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus diperkuat secara intensif. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.