Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemen P2MI Minta Masyarakat Tidak Mudah Tergiur Tawaran Kerja dengan Proses Instan

2 Senin, 18 Mei 2026, 12:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemen P2MI Minta Masyarakat Tidak Mudah Tergiur Tawaran Kerja dengan Proses Instan Kemen P2MI Minta Masyarakat Tidak Mudah Tergiur Tawaran Kerja dengan Proses Instan Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penempatan ilegal, penipuan, hingga tindak pidana perdagangan orang yang masih mengincar calon pekerja migran

JAKARTA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menjadi pekerja migran Indonesia secara aman, prosedural, dan terlindungi melalui Gerakan Nasional Migran Aman yang baru diluncurkan pemerintah.

Menurut Christina, pelindungan pekerja migran merupakan proses utuh yang dimulai sejak pra penempatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga kembali ke Tanah Air.

“Menjadi pekerja migran bukan hanya soal berangkat kerja ke luar negeri, tetapi memastikan seluruh prosesnya aman dan memiliki pelindungan yang jelas. Negara hadir untuk memastikan pekerja migran Indonesia terlindungi sejak sebelum berangkat sampai kepulangan,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/5).

Wamen Christina juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penempatan ilegal, penipuan, hingga tindak pidana perdagangan orang yang masih mengincar calon pekerja migran.

Ia mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur tawaran kerja dengan proses instan atau jalur nonprosedural.

“Pastikan seluruh proses ditempuh melalui jalur resmi, memiliki dokumen lengkap, kontrak kerja jelas, pelatihan memadai, serta terdaftar dalam jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelas Christina yang juga politisi Partai Golkar.

Melalui Gerakan Nasional Migran Aman, Kementerian P2MI terus menguatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelindungan pekerja migran, termasuk pencegahan kekerasan, eksploitasi, dan TPPO.

Diharapkan, kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran bahwa bekerja di luar negeri harus dilakukan secara aman dan terencana, agar pekerja migran bisa bekerja dengan tenang dan kembali membawa manfaat bagi keluarga serta masa depan mereka.

“Migran Aman bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk memastikan pekerja migran Indonesia berangkat terlindungi, bekerja dengan aman, dan pulang membawa harapan,” pungkas Christina Aryani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Tim Kesehatan Puskesmas Gam...
Daerah
Waspada, Hujan Lebat Bakal ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.