Badan Gizi Nasional Ungkap Peran Strategis Program MBG di Unhan
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 18:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan bangsa untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, saat menjadi pembicara dalam Kuliah Pakar Program Magister Hukum Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Selasa (9/6). Kegiatan tersebut mengangkat tema penguatan karakter bangsa dalam supremasi hukum dan strategi pertahanan serta penanganan keadaan darurat.
Khairul menjelaskan pembangunan bangsa tidak hanya bergantung pada kekuatan ekonomi maupun sektor pertahanan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menentukan daya saing suatu negara di masa depan sehingga investasi pada pemenuhan gizi harus menjadi prioritas pembangunan nasional.
"Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang negara untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Dari program ini kita ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, disiplin, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," kata Khairul Hidayati.
Ia menuturkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini berpengaruh signifikan terhadap perkembangan fisik, kemampuan kognitif, prestasi pendidikan, hingga produktivitas seseorang ketika memasuki usia kerja. Oleh karena itu, kebijakan pemenuhan gizi harus dipandang sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program MBG dirancang untuk menjangkau kelompok sasaran prioritas yang meliputi peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain mendukung upaya pencegahan stunting dan berbagai masalah gizi lainnya, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta kualitas pendidikan generasi muda Indonesia.
"Ketika kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik, maka anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh optimal, berprestasi, dan menjadi sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Inilah fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Khairul menambahkan keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan terhadap penguatan karakter bangsa serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, pelaksanaan program didukung tata kelola yang mengedepankan prinsip akuntabilitas, keamanan pangan, kualitas gizi, serta pengawasan yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, Program MBG juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Generasi yang sehat dan berkualitas akan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari persaingan ekonomi, perkembangan teknologi, hingga ancaman nontradisional yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.
"Membangun bangsa yang kuat harus dimulai dari pembangunan manusianya. Melalui Program MBG, pemerintah sedang menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi unggul yang akan menjadi penggerak pembangunan, penjaga ketahanan nasional, dan penentu masa depan Indonesia," tutup Khairul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!